Love In Korea part-12

image

Min Wu melempar sebuah surat kabar ke hadapan Mr. Han

” Publik sama sekali tidak terpengaruh dengan kasus itu. Kenapa aku harus menjalani hubungan palsu dengan Ah Jung? Bahkan kontrak kerja ga ada 1 pun yg dibatalkan. ” Min Wu menatap tajam pada Mr. Han dengan marah

” Aku ingin kau menjauh dari dokter itu. Hentikan obsesimu padanya ”

” Ini bukan obsesi ! Aku benar2 mencintainya ”

” Dan cintamu itu bisa membuat dia kehilangan nyawanya!!! Kau lupa apa yang terjadi dengan Michelle? Kau dan dia begitu saling mencintai. Tapi apa akhir dari cinta kalian? ”
Mr. Han menghentikan bicaranya ketika melihat Min Wu terhenyak. ” Maafkan aku… bukan maksudku membuka luka lamamu. Aku tahu kau yg paling kehilangan dengan semua itu….” Mr. Han. Memalingkan mukanya memandang keluar jendela. Sementar Min Wu terdiam menunduk. Sesekali dia tengadah. Menahan air mata yg hampir keluar dari sudut matanya itu.

5 tahun lalu. Ketika karier Min Wu mulai bersinar. Dia menjalin cinta dengan seorang designer bernama Michelle. Hubungan mereka diam2. Hanya diketahui management dan keluarga masing. Pada suatu hari mereka tertangkap basah sedang ngedate. Dan Michelle di bully habis2an. Kemana pun Michelle pergi dia selalu dipandang sinis. Dibilang ingin numpang tenar, tidak terlalu cantik untuk menjadi pendamping Min Wu. Akhirnya Michelle depresi dan bunuh diri, over dosis minum obat penenang.

” Kesuksesanmu ada imbalannya. Kau tak bisa hidup dengan orang biasa. Kehidupanmu milik penggemarmu. Aku tidak berharap ada lg michelle2 lainnya. Menjalin hubungan dengan orang dari duniamu adalah solusi kalau kau ingin punya pendamping. Jangan sampai dokter itu mengalami nasib seperti Michelle. Kalau kau mencintainya, melepaskannya adalah yg terbaik untuknya…. ”

Min Wu menghapus butiran air mata yang keluar dari ujung matanya. Mr Han memeluknya dengan penuh kasih. Seperti ke anaknya sendiri. Meskipun Min Wu hanya salah 1 artis dari managementnya. Tp Min Wu bergabung dengannya sudah 10 tahun. Banyak suka duka kehidupan Min Wu yg dijalani selama jd anak asuhnya. Mr Han lebih mengenal Min Wu melebihi orang tua Min Wu yg kini tinggal di USA itu.

*****************************************
Naura membuka matanya. Dan melihat sekeliling ruangan berwarna putih. Dan dia langsung mencium aroma rumah sakit.
” Kau sudah sadar dokter…”
Suara dalam bahasa Indonesia mengagetkannya.
” dr. Andreas….?? Anda disini….?? ” Naura bermaksud bangun tapi andreas mencegahnya.
” Kau tiduran saja. Badanmu masih lemah….” Andreas duduk di samping Naura.
” Bagaimana anda bisa disini dok ??”
” Aku diutus ibumu mewakilinya hadir di pesta BIG 5 itu. Aku menelponmu berkali2 tapi ga ada yang angkat. Aku langsung menuju tempat acara. Tp bertemu di parkiran denganmu yg pingsan…”
” OMG.. hp saya kekunci di kamar apartemen dok. Kok bisa ibu minta tolong dokter yg ksini…???”
” Aku sendiri tidak tahu…” Andreas menaikan alisnya ke atas
” mungkin aku layak jadi pengawal pribadimu…..” kali ini andreas berseloroh. Dia mengupaskan jeruk untuk Naura. Belum selesai, tiba2 San masuk dengan panik. Dia langsung menghampiri Naura. Memeluknya dengan erat dan membelai2 rambut Naura tanpa rasa canggung sedikitpun.
” Terima kasih Tuhan, aku menemukanmu. Kau membuatku khawatir setengah mati, Naura. Kau tidak apa2???” San memandang wajah Naura yang masih shock mendapat perlakuan begitu dari San. 
” A…aku ba..baik aja….” Naura semakin canggung melihat Andreas yg juga shock melihat adegan itu. ” mmm… perkenalkan… ini dokter Andreas. Dan dok, ini Han San ” akhirnya Naura memperkenalkan mereka berdua. San yang baru menyadari kehadiran Andreas nampak baru ngeuh juga. Dia segera melepaskan pegangannya di bahu Naura dan menyalami Andreas
” Apa kabar dokter, saya San. Terima kasih telah merawat Naura dengan baik. Saya benar2 mencemaskan dia. Senang sekali pastinya dia bisa bertemu dokter dari Indonesia jg. 4 bulan dia tidak bicara bahasa Indonesia. Sudah lama anda menjadi dokter disini ????” Ucap San sambil melirik Naura dengan tatapan yang penuh cinta. Dia mengira kalau Andreas dokter dari Indonesia yg bekerja di RS Korea itu.
” Sama2 Mr. San. Saya juga senang bs membantu kekasih anda ” Ucap Andreas yg sebenarnya dibakar cemburu melihat adegan itu. Dia tidak menjelaskan apapun. Dia hanya ingin kejelasan hubungan Naura dan San.
” ini… bukan seperti itu dok…” Naura kaget mendengar obrolan mereka berdua.
” Kami belum jadian dok. Baru dalam tahap menuju kesana ” San mengerling jahil pada Naura.
” Saya sebenarnya sedikit heran. Soalnya Naura dulu anti dengan cowok korea”
” Iya, itu dl. Sebelum dia ketemu saya” lanjut San.
Naura semakin panas denger obrolan mereka.
” Maaf… bisa hentikan dl pembicaraannya. Kepala saya mumet….”
Di waktu yang bersamaan San dan Andreas menyentuh kening Naura.
Dan mereka sekarang sama2 menyadari posisi mereka. San tahu kalau Andreas bukan sekedar dokter yang merawat Naura.

****************************************
2 hari di RS, Naura sudah dibolehkan pulang. Karena semua peserta sudah kembali ke negaranya masing2. Termasuk Kavita. Kini Naura menempati apartemennya sendirian.
Andreas rupanya ambil cuti 2 minggu. Dan dia bermaksud menghabiskan cutinya di Korea. Naura diminta untuk kembali bareng2 dia sekalian. Andreas menginap di Star Hotel, seberang apartemen yang ditempati Naura.
Begitu Naura ketemu hapenya, dia langsung melihat beberapa panggilan masuk. Kebanyakan dari ibunya, Andreas, dan juga San. Tak ada 1 pun panggilan dari Min Wu. Dengan kecewa dia kirim pesan ke whatsapp Min Wu

” Kau tidak ingat aku ”
Begitu tulis Naura. Lama dia menunggu namun belum juga ada balasan.
Naura mondar mandir di kamarnya sambil megangin hp.
Tiba2 terdengar notif WA nya
” Siapa ya? ”
Terhenyak Naura mendapat balasan seperti itu.
” Aku Naura ”
” oh.. kau. Ada apa? Aku sedang sibuk syuting. Nanti kita bicara lagi ya”
Kembali Naura mendapat jawaban yang tidak mengenakan.
” ok….”
Naura geleng2 tidak percaya. Kenapa Min Wu cepat sekali berubah. Kemana semua ungkapan cinta yg dia ungkapkan beberapa hari lalu. Apa dia sedang akting lagi? Tapi bukankan ini jalur pribadi, kenapa harus pura2 begitu? Apa dia sedang di samping seorang wartawan? Apa dia memang sudah benar2 melupakannya??

Di tempat syuting nampak Min Wu baru selese take adegan. Dia menghampiri manager choi
” Ada kabar dari Naura??” Tanya Min wu seraya membuka botol air mineral. Adegan lari barusan benar2 membuatnya hampir dehidrasi
” Tidak ada” Jawab manager dengan sedikit gugup.
” tolong balas semua chatting. Kecuali dari Naura kau serahkan langsung padaku ” perintah Min Wu
” Siap Boss ” jawab manager dengan diam2 dia menghapus chattingannya barusan dengan Naura.
” Nanti malam aku mau menemuinya. Tolong kau atur ya. Kosongkan semua jadwalku ”
” okey ” Manager membentuk hurup O dengan jempol dan telunjuknya.

Manager Choi pamit keluar lokasi sebentar. Dia masuk ke mobil dan memukul2 stir dengan gemasnya. Dia kasihan melihat Min Wu yang begitu mencintai Naura. Dan dia juga tidak bisa mengabaikan perintah komisaris Han yang memintanya menjauhkan Min Wu dan Naura. Dia benar2 ada dalam dilema. Sekian tahun dia tidak pernah melihat Min wu menyukai wanita manapun. Tepatnya sejak dia kehilangan Michelle. Kini Naura benar2 telah membuka kembali hati Min Wu. Tapi Mr. Han begitu mati2an memisahkan mereka. Sepertinya Mr. Han menginginkan Naura agar dekat dengan putranya. Benar2 tidak adil, fikir manager.

Sepulang syuting Min Wu menelpon Naura
” Bagaimana kabarmu sayang? Apa kau merindukanku?”
” kabarku sangat baik. Dan aku tidak merindukanmu…” Naura nampak jengkel
” hmmm….aku tahu kau marah padaku karena 2 hari ini tidak mengabarimu. Kau tahu apa maksudku?”
” tidak…”
” Aku ingin ngetes diriku sendiri. Benarkah aku mencintaimu. Ternyata….”
” Ternyata apa? ”
” Ternyata aku bukan mencintaimu. Tapi sangat mencintaimu. Aku benar2 merindukanmu sayang. Hampa rasanya tanpa kabar darimu….”
” Ini dialog di scene yg mana? ”
” Hey… jangan mengejekku. Nanti malam datanglah ke restoran tempat kita bertemu. Aku ada kejutan untukmu…dandan yang cantik ya ”

Malam itu Min Wu sengaja membooking 1 restoran untuk acara ngedate dia dan Naura. Dia ingin memberi Naura sebuah cincin sebagai tanda mereka jadian.

Sambil memutar2 mawar putih di tangannya, Min Wu menunggu Naura datang. Namun betapa terkejutnya dia ketika yang datang malah Ah Jung dan beberapa orang wartawan.
” Hi sayang. Maaf aku bawa beberapa rekan wartawan. Mereka ingin mendokumentasikan kencan kita kali ini. ” Ah Jung langsung cipika cipiki pada Min Wu yang nampak kebingungan. ” Anggap aja mereka ga ada. Ayo kita mulai saja makan malamnya…” Ah Jung mencairkan suasana. Dia duduk di hadapan Min Wu. Di saat mereka sedang mulai menikmati hidangan mereka tiba2 Naura datang. Naura yang tidak mengetahui ada beberapa wartawan itu nampak terkejut ketika satu per satu kamera mengarah padanya.
” sayang, kau mengundang orang lain juga? ” Ucap Ah Jung sambil memandang Naura yang nampak kebingungan itu.
” mmm…iya. dia… dia….” Belum sempat Min Wu melanjutkan bicaranya. San datang dengan tergesa2.
” Maaf saya terlambat. Ayo sayang….” San merangkul Naura dan mengajaknya duduk berhadapan dengan Min Wu dan Ah Jung. ” Tadi ada acara mendadak jadi maaf klo saya terlambat ” Ucap San pada Min Wu. Seakan2 mereka sudah janjian sebelumnya. San berusaha mencairkan suasana. Dia menggenggam jemari Naura yang terasa dingin itu.
” Tidak apa2 Han San-Ssi. Anda benar2 datang tepat waktu. Perkenalkan, ini Ah Jung. Dan Ah Jung ini Mr. San. ” Miin Wu mengenalkan san dan Ah Jung yang sebenarnya sudah saling kenal itu
” Dan ini tunangan saya, Naura ” Han San menambahi sambil melirik mesra pada Naura. Wajah Min Wu seraya memerah melihat itu. Sementara Ah Jung nampak menikmati setiap momen dengan puasnya.

Tidak lama berselang, San pamit dengan alasan tunangannya sedang kurang enak badan. Mereka meninggalkan Ah Jung dan Min Wu yang masih melanjutkan acara makan malam yg langsung diliput media itu..

Di mobil Naura nampak menumpahkan tangisannya yang sedari tadi dia tahan. San memeluknya dan membelai rambut Naura dengan penuh kasih. Dia tahu betul sakit hati dan kekecewaan Naura sekarang.
Seandainya Manager Choi tidak meminta dia datang ke restoran itu untuk menyelamatkan Naura, dia tak bisa membayangkan keadaan Naura selanjutnya.
Kedatangan Ah Jung dan wartawan emang di rencanakan oleh komisaris Han. Dia benar2 niat banget menghalangi hubungan Min Wu dan Naura. Tapi manager Han juga mencemaskan keadaan Naura. Dia tahu Naura akan shock dengan pertunjukan itu. Makanya manager Choi meminta San untuk datang menyelamatkan Naura.
” Aku benar2 ga sanggup lagi. Aku benar2 ga tahan…” Isak Naura masih dalam pelukan San.
” Tenanglah… semua pasti ada solusinya. Ini bukan rencana Min Wu. Dia tidak akan tega melukaimu sedalam ini….”
” Tapi dia sudah melakukannya. Bagaimana kau masih bilang dia ga tega. Dia melukaiku sampai ke dasar hati yang paling dalam…”
” hapus air matamu. Kita selesaikan malam ini….”
San mengendarai mobilnya menuju kediaman Ayahnya. Dia benar2 muak dengan semua ini. Ayahnya tak merestui dia mencintai Naura. Dan tidak membiarkan Naura dicintai Min Wu juga. Dia harus menekan ayahnya. Dia tak tega melihat Naura selalu terluka begitu.
Sesampainya di kediamannya, San langsung menemui ayahnya di ruang kerja dia.
” hei… ada apa kalian malam2 menemuiku??? Ayo duduk” Sambut Mr Han yang nampaknya udah siap menghadapi kedatangan mereka.
” Tidak papa. Sekarang tolong papa jelaskan. Apa salah perempuan ini pada papa sampai papa selalu menghalangi cintanya. Cintanya pada Min Wu dan cintaku padanya. ” San menatap tajam ayahnya. Tangannya yang satu masih menggenggam tangan Naura.
” Aku tidak membencinya. Aku menyayanginya. Dan dia tidak punya salah apapun. Aku yang punya kesalahan besar padanya” ucap komisaris. Dia memandang Naura yang nampak masih sembab karena habis menangis.
” Dia menyelamatkan papa ketika nyawa papa diujung maut. Darahnya mengalir di tubuh papa. Papa masih punya kesempatan hidup karena dia mendonorkan darahnya di saat papa kritis. Tapi papa malah menghalangi hubungannya dengan Min Wu. Dan juga melarang aku untuk mencintainya. Orang macam apa papa ini? ”
” Kau ingin tahu alasan semua itu?” Komisaris Han berdiri dan menghampiri Naura ” Karena kau adalah putriku….”
Bagai petir di siang bolong, San dan Naura nampak terkejut. Mereka saling pandang tak percaya
” Dia adik perempuanmu, San. Dan Naura, akulah papamu yang selama 24 tahun ini kau benci. Bahkan kau anggap telah tiada. Papa minta maaf karena papa tidak mengetahui kehadiranmu lebih awal. Mamamu menyembunyikannya dariku. Sehingga papa tidak pernah mencari tahu keadaanmu selama ini. Maafkan papa, Naura..” Komisaris memegangi kedua bahu Naura yang diam mematung dengan penuh keterkejutan. San terduduk di sofa dengan shock juga. Dia benar2 tak menyangka kalau orang yang dia cintai ternyata adiknya sendiri.
****************************************

loading...

Post Comment