Love In Korea-Part2

” Oh Tuhan…. kenapa aku harus bergaul dengan semua sayuran ini? aku seorang dokter, kenapa sekarang malah terdampar di dapur kimchi seperti ini…. ” Naura bicara sendiri sambil mengiris2 sawi putih yang akan dibuatnya kimchi itu. Tangannya yg dibungkus sarung tangan karet itu nampak kaku ketika harus membelah sawi yg ukurannya sangat besar tersebut.

” Pantas saja kau kena skors dari RS…. mengiris sawi saja tidak becus. Apalagi mengoperasi manusia….” Seorang pria tiba2 menghampiri Naura dan mengambil alih pisau serta sawi itu, lalu dia mengeksekusinya menjadi 4 bagian dengan sempurna. Naura ternganga, bukan karena melihat sawi itu kini sudah tidak merepotnya. Dia terkejut kenapa di negara antah berantah begitu ada orang yg mengetahui aibnya. Yang lebih menyakitkan pria itu menghakiminya tanpa mengetahui kenyataan yg sebenarnya ” Saya San, salah 1 pembimbing disini ” Pria itu mengenalkan dirinya tanpa diminta, dia tahu Naura masih shock dengan perkataannya barusan. DAn Naura tidak menjawab sepatah katapun, matanya menatap marah pria itu yg sudah kembali berjalan mengontrol hasil pekerjaan para peserta pendidikan yg berjumlah 20 orang tersebut.  Air Mata mulai menggenangi kelopak matanya, tp dia buru2 menyekanya agar tidak sampe meleleh di pipi, walau bagaimanapun dia tidak mau kelihatan lemah di hadapan orang asing. Naura merasa hatinya sakit kalau disinggung dengan kasusnya itu.

Pendidikan yang diadakan sebuah perusahaan perhotelan terkenal di Korea ini memang layaknya kuliah saja. Semua peserta wajib menghadiri bimbingan dari jam 9 pagi sampai jam 2 siang selama hari senin sampe kamis. Dan ini diadakan daLam rangka mengenalkan korea kepada dunia lewat bidang perhotelannya. Mereka memilih sendiri peserta tiap negara berdasarkan eksistensi sebuah penginapan yg mengedepankan konsep “Korea” di negaranya masing2.  Guest house milik ibu Naura terpilih karena konsepnya yg ” Korea” bangets. Dari arsitektur, makanan dan pernak pernik Korea yg dipajang disana membuat guest house itu terpilih untuk mengikuti pendidikan yang separo liburan itu. Bagaimana tidak dibilang liburan, mereka semua diberi tempat tinggal sebuah apartement, yg ditinggali oleh 2 orang peserta dan sebuah mobil yg bisa dipakai secara bergantian. Nantinya, 5 peserta terbaik akan menjadi partner bisnis dari hotel STAR. Mereka akan menjadi pengelola cabang hotel STAR di negara asal mereka. Kebetulan Naura sekamar dengan seorang manager hotel dari India, Kavita. Hanya Naura yang basicnya bukan perhotelan, semua peserta itu adalah para manager hotel. Naura tidak akrab dengan peserta lainnya, hanya teman sekamarnya itu yg biasa diajak ngobrol olehnya.

Semua peserta wajib menyerahkan biodata, dan karena itulah San rupanya mengetahui kasus yg menimpa Naura di Indonesia. Basicnya yang seorang dokter itu rupanya menarik perhatian San.

******************************************************************************

Disebuah mobil, seorang cowok tampan nampak sedang berdebat dengan managernya. Dari penampilannya kelihatan kalau dia orang yang ngerti fashion. Dan ternyata dia seorang aktor dan penyanyi korea yang saat ini sedang di puncak karirnya. Min Wu.

” Bagaimana bisa kau membiarkan dahimu terluka seperti itu ! Mukamu adalah asset berharga yg harus selalu kau lindungi. Sudah aku katakan tidak usah bersepeda malam2 begitu, cukup duduk manis menikmati secangkir kopi, dan aku akan memanggilkan seorang gadis cantik untuk menemanimu ”

” Kau benar, seharusnya aku menuruti kata2mu. Sehingga wanita gila itu tidak meninggalkan prasasti di jidatku…. ” Min Wu meraba keningnya yang masih mengenakan plester  ” Tapi kamu harus tahu, wanita gila itu sama sekali tidak mengenalku. Jantungku serasa mau copot ketika dia buka maskerku secara tiba2, aku pikir dia bakal histeris dan jambak2 rambutku. Ternyata dia cuek aja bahkan tidak melirik wajahku sama sekali….” Min Wu Tersenyum tiap ingat kejadian itu. Bagaimana tidak, dia sudah membungkus wajahnya agar tidak dikenali fansnya supaya bisa bersepeda di taman dekat sungai Han itu. Dan wanita itu dengan gesit melepas maskernya, bahkan dia tidak memandangnya dengan sebelah mata pun. hanya sibuk ngurusin luka dijidat Min wu.( HUWAAAAAAA rupanya dia yang jadi korban Naura ituuuuu!)

” Bahaya besar, jangan2 popularitasmu sudah menurun” Managernya mengerling jahil

” Hmmmm…. Padahal baru seminggu lalu aku mengadakan konser di negaranya. Tidak mungkin kalo dia tidak mampu membeli tiket konserku, dia kan seorang dokter…..”

” Mungkin saja dia jeruk makan jeruk….” celoteh sang manager, mendengar itu Min Wu mengidik ngeri. Dan dia ingat akan janjinya pd wanita itu untuk bertemu seminggu kemudian di tempat yg sama. SIM wanita itu sengaja Min Wu sandera sebagai jaminan sampe luka di keningnya sembuh #AdaAdaAjjah Akang Min Wu inih, xixixixi

Sesampainya di kantor mereka berdua langsung menemui produser Han.

” Selamat datang bintangkuuuu ” Mr.Han (produser ) langsung merentangkan tangannya memeluk anak emasnya itu ” Bahagia sekali melihat hasil konsermu keliling Asia kemarin. Sungguh luar biasa!! ”

Manager Choi cuman nyengir aja melihat tingkah produser Han itu seraya meraih kursi untuk duduk. ” Bagaimana dengan Show minggu depan di Jeju? apa sudah ada konfirmasi dari nona Ah Jung? ”

” owhh kalau dia sudah dipastikan bisa, sudah lama dia menantikan 1 panggung dengan Min Wu, meskipun ga ada sesi duet, hehe ” Produser Han tersenyum.

” Aku kira labih bagus kalo ada duetnya antara aku dan Ah Jung ” Min Wu menimpali

” Tidak ada di konser kali ini. Tapi akan ada di konser berikutnya. Kau tahu, konser ini hanya pemanasan saja. Untuk pergelaran konser besarnya nanti bulan desember ”

” Kenapa di konser itu ada Ah Jung juga? ” Manager Choi menimpali

” Kabarnya Ah Jung akan jadi duta pariwisata untuk Jeju tahun ini. Jadi dia dipastikan ada disana ” Min Wu menjawab pertanyaan managernya

” Yaahhh kau sudah tahu kabar itu rupanya. Padahal ini masih belum tersiar lho ” Produser Han menunjuk Min Wu

” Semalam Ah Jung menelponku ”

” Jangan katakan kau mulai ada hubungan dekat dengan nona Ah Jung ” Mr. Han melotot ke arah Min Wu,

” Sejak kapan kau mengurusi urusan pribadiku juga” Min Wu balas melotot

” Karena kau pastinya hanya akan berujung sensasi saja! Tak ada yang benar2 ingin menjalin hubungan serius denganmuuu ! ” teriak manager Choi

” Tapi aku tampan, aku kaya, aku terkenal, kenapa mereka tidak mau serius denganku ? ”

” Karena mereka lebih ingin mengangkat popularitasnya saja…..!”

” Dan itu membuatku semakin terkenal juga kan??”

” Bodoh! Nantinya kau akan membujang sampai kulitmu keriput! ”

” Teruskan saja obrolan kalian, aku masih ada urusan di Hotel ” Produser Han yang juga owner dari Star Hotel itu sudah mengetahui semuanya. dia lebih baik menyingkir dari artis dan managernya yg sedang bertengkar itu. Tak ada gunanya dia disana, ujung2nya dia harus memilih untuk membela salah 1 dari mereka yg bertingkah kekanak2an itu ” Obati luka di keningmu itu. aku tidak mau saat konser nanti plester itu masih menghiasi wajahmu, aku pergi ” Ucapnya lagi sebelum meninggalkan kursinya dan keluar dari kantornya.

*********************************************

Di apartemennya Naura nampak mencak2, Kavita yang sedang sibuk dengan hpnya nampak tertawa mendengar omelan yg tidak dia mengerti artinya itu

” Bicaramu lucu, seperti orang marah2 ”

” Aku memang sedang marah, si brengsek San itu membuatku gila! kenapa dia tidak plester saja mulut jahatnya itu klo emang dia sudah tau apa yg terjadi denganku ” Naura menonjok2 guling didepannya seolah2 itu adalah San ” Rasanya aku ingin mencacahnya dan menjadikannya kimchi !”

” Hahahaha… kan dia tampan. Sayang sekali kalo kamu mencincang dia. lebih baik aku awetkan dan jadi hiasan di kamarku agar bisa memandanginya sebelum aku tidur ”

” Di matamu semua pria Korea selalu kliatan tampan ! sialnya aku kenapa selalu berteman dengan cewek yg gila pada pria korea. Kau tahu, sahabatku di Indonesia sana namanya Sandra, dia selalu menjejaliku dengan bahasan tentang idolanya yg namanya Min Wu itu. ” Naura melemparkan gulingnya ke dinding

” Waaaww Min Wu aku suka banget!! dia sangat tampan! Rela mati aku untuk bisa jadi pacarnya ” Kavita histeris dan memeluk Naura

” kau tidak geli apa melihat cowok bergoyang2 di panggung gitu? ” Naura jengah dipeluk Kavita yang seolah membayangkan kalau Naura adalah idolanya itu. Di Indo dia selalu jadi korban Sandra, dan sekarang dia jadi korban Kavita juga yang sama pecinta korea

” Tapi itu sangat sexy, dear. Sabtu ini Min Wu ada konser di Jeju, bagaimana kalau kita kesana? ”

” Dan seninnya kamu mau bolos?” Naura melotot

” Sekarang pilih, kita ke Jeju atau bete seharian karena memandangi wajah Mr.San? ”

” Mending ke Jeju yaw! tapi kita akan dihukum kalo bolos ”

” Hellooowww kita ini bukan murid SD . kenapa harus selalu taat aturan. Kita ini kesini untuk liburan! pendidikan itu cuman imbalan dari kita. Ayolah…. jangan jadi anak manis mulu ” bujuk Kavita setengah merengek ” Aku yg traktir selama di Jeju…. Bagaimana?”

” Deal. dan kau juga yg nyetir. Simku sedang disita….. ”

(Ternyataaaa….. Naura kalah juga kalo udah disodorin gretongan, xixixixi)

**********************************************

Saat itu ada acara ramah tamah dengan departemen pariwisata Jeju, Min Wu paling tidak suka dengan acara yang penuh basa basi tersebut. Beruntung disana selain dia masih ada Ah Jung dan para artis lainnya pengisi acara, jadi dia tidak terlalu jadi pusat perhatian. Diam2 dia menyelinap dari ruangan itu. Melihat cuaca yang cukup cerah Min Wu memutuskan untuk cari angin. Dia pun keluar dari hotel dengan meminjam sepeda hotel. Seperti biasa dia menggunakan maskernya. Jeju memang indah, tempat yg pernah menjadi kandidat New 7 Wonder itu memang eksotik. Konser kali ini dalam rangka semakin mengenalkan Jeju ke wisatawan dunia. Min Wu dan Ah Jung adalah salah satu idola saat ini, dengan adanya konser mereka di pulau Jeju bukan hanya akan menarik wisatawan lokal saja tapi akan semakin menaikan popularitas Jeju sebagai tujuan wisatawan dunia.

ini nih salah satu spot indahnya Jeju…. ( Hmmmm bentar lagi gw ksana deh, xixixixi )

pulau jejuuuu

Bunga canola yang kuning nampak semakin memperindah pemandangan pulau Jeju. Tiba2 sudut mata Min Wu menangkap seorang gadis yg sedang berdiri di pinggir jalan celingukan seperti orang hilang. Dan setelah dilihat dengan seksama ternyata dia wanita gila yg sudah melempar keningnya dengan batu itu.

Pelan2 sepedanya menghampiri

” Apa yang kau lakukan di tempat ini bu dokter?”

” Owh anda…….” Naura kaget ketika ada yg menyapanya. Dan lebih kaget lagi ketika orang itu ternyata Mr.Kim. Dengan mudah Naura mengenalinya karena Mr.Kim ini selalu pake masker.

“Apa yang kau lakukan disini? Apa kau mengikutiku? kita kan sudah berjanji ketemu minggu depan, apa kau sudah terlalu kangen padaku sampai menyusulku kesini?”

” Kegeeran banget sih lo jadi manusia! mobilku rusak disana, aku lagi cari orang yg bisa memperbaikinya ” Naura jengkel digodain seperti itu.

” bagaimana kau berani menyetir? SIM kamu masih ada padaku, itu melanggar hukum namanya! ”

” Apa hukumannya bakalan dideportasi? Gw sangaaaaatttt senang sekali kalo demikian !”  Naura tak kalah galaknya, dia melotot ke arah Min Wu ( suka2 aku aja ya nyebutnya, kadang lupa saat dia jadi Kim/ Min Wu, hehehe)

” Kau ngebet banget untuk dideportasi dari Korea. Apa dosa negara ini padamu? kau pernah punya pacar orang Korea kemudian kau ditinggalkannya?” Goda Min Wu sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Naura yang kontan mundur beberapa langkah

” Enyah dari hadapanku, kehadiranmu hanya menambah penderitaanku hari ini. ” Naura berjalan menjauhi Min Wu yang terus mengikuti dengan sepedanya di belakang Naura

” Kenapa kau mengikutiku!” Naura berhenti dan menudingkan jarinya ke muka Min Wu

” Aku tidak mengikutimu, aku jalan di jalan umum. kau saja yang kegeeran ! ”

Naura tidak berkata2 lagi, pikirannya mumet, entah kemana dia harus mencari bengkel. Kavita pasti marah besar kalo sampe dia ketinggalan nonton konser idolanya itu. Tahu gini mending naik pesawat saja, pikir Naura jengkel juga karena dia yang disuruh mencari bengkel.

” Kau bisa memperbaiki mobil, Mr.Kim?” Naura akhirnya bertanya dengan suara sedikit halus ke Mr.Kim ( Naura mengenal Min Wu sebagai Mr.Kim)

” Tentu saja, tapi aku tidak mau membantumu kalau kau tidak ikut naik sepeda denganku ”

” Aku? Naik sepeda denganmu? jangan harap…..!” Kembali Naura berjalan kaki menjauhi Mr.Kim. Dan Mr.Kim tetap mengikutinya. Tak terbayangkan oleh Naura kalau seandainya dia harus bersepeda dengan pria korea itu. Bersepeda artinya dia harus berdekatan dengannya dan pastinya itu akan sangat membuatnya tidak nyaman. Sampai umur hampir 25 tahun Naura tidak pernah pacaran, jd dekat dengan seorang pria merupakan hal yang sangat tidak nyaman buatnya, apalagi ini pria asing di negara asing pula.

” Dengan bahasamu, kau akan kesulitan menemukan bengkel di daerah ini. Dan aku yakin kau akan menyesal kalo menolak tawaranku ”

Naura terdiam, hatinya berkata tidak ada salahnya menerima tawaran pria ini. Lagipula saat ini kayaknya hanya Mr.Kim yang paling mungkin untuk menolongnya. Sebagai orang yang biasa realistis, Naura memilih untuk menerima tawaran Mr.Kim

” Aku duduk dimana? ” Ucap naura melihat sepeda itu tidak ada boncengan di belakangnya. Mr.Kim menunjuk ke besi palang di depan.

” Naiklah…kita ke tempat mobilmu ”

Dengan sedikit ragu Naura naik ke sepeda dan Mr.Kim mulai mengayuh sepedanya.

” Kenapa kau tidak mengembalikan SIM ku? aku lihat lukamu sudah sembuh… ” Naura sedikit gugup karena ada dalam jarak yang sangat dekat dari pria itu. Dia bicara sambil terus menatap ke depan, karena kalo dia melirik ke belakang sudah bisa dipastikan mukanya akan menyentuh muka Mr.Kim. Sekarang saja dadanya Mr.Kim yang nempel ke punggung Naura membuatnya berdebar tak karuan. Ada sedikit penyesalan sebenarnya telah berani menerima tawaran pria itu.

” Aku laki2 yg suka menepati janji, kalo aku bilang minggu depan ya minggu depan. Lagipula SIM kamu itu bukan barang penting buatku sampe aku harus membawanya di dompetku… ”

” Kau sungguh menjengkelkan” gerutu Naura

” Dan kau selalu merepotkanku ”

” Turunkan aku…. !!!!”

“Tidak ”

” Turunkan atau aku loncat??!!!” Ancam Naura. Selain jengkel dengan Kim, Naura juga sebenarnya sudah tak tahan ada dalam jarak yang begitu dekat dengan pria itu. Tidak ada bedanya dengan ada dalam pelukan Kim kalo melihat posisinya sekarang.

” Berhenti memberontak begitu, kau tidak lihat jalanannya menurun, kita bisa celaka kalo sampai sepeda ini jatuh !” Mr.Kim tak kalah ngototnya, apalagi sepeda itu mulai goyang2 dan sedikit hilang kendali

Tapi Naura tidak menurut dia mencoba loncat, akhirnya sepeda limbung dan benar2 kehilangan kendali. Sepedapun meluncur ke samping bukit yg lumayan terjal, tak ayal lagi mereka berdua tergelincir dan jatuh bergulingan. Min Wu dengan sigap memeluk Naura dan berusaha melindungi kepala Naura agar tidak terkena bebatuan. Mereka terus berguling sampai rambut dan badan mereka ditempeli rumput dan daun kering.

Akhirnya mereka mendarat setelah nyangkut di pohon. Kim segera bangkit dengan sedikit tertatih sementara Naura nampak duduk sambil memeriksa luka di kakinya.

“Oh Tuhan…. kakiku…. huaaaaa” Naura menangis melihat kakinya sobek cukup dalam terkena bebatuan. ” Gara2 kamuuuuuu!!!!!” Naura tak bisa menahan marahnya lagi dia menjerit2.

” Berhenti berteriak seperti anak kecil begitu ” Min Wu memeriksa luka di kaki Naura ” Kau tidak bawa perlengkapan medismu seperti waktu itu”

” Ada di dalam tas di mobil !” Naura berusaha bangkit. Tapi jatuh lagi, Rupanya slain sobek kakinya keseleo juga. Bibirnya meringis menahan sakit dan tangis.

Min Wu membuka maskernya yang berupa sebuah slayer itu. Dan untuk pertama kalinya Naura melihat muka Mr.Kim dengan jelas ( waktu itu kan malem2, jadi ga kelihatan 100% tampannya, hehe)  Sejenak Naura terpana juga, Mau tak mau Naura memuji ketampanan si ” Korban ” itu. Dan Naura sedikit berkerut kening ketika dia merasa wajah itu seakan tidak asing baginya. Tiba2 Min Wu memegang kaki Naura dan membalut luka sobek itu dengan slayernya agar pendarahannya berhenti. Naura terdiam sambil memandangi wajah tampan di depan mukanya itu

“Aku memang tampan, kau tidak salah menilaiku demikian ” Ucap Min Wu tersenyum sambil melirik Naura yg memonyongkan bibirnya itu. Dia tahu kalau Naura mencuri pandang ke arahnya ” Sedang apa kau di Pulau Jeju ini? kau bilang kau ini peserta pendidikan sebuah perhotelan. Kenapa keluyuran sampei Jeju? ” Tangan Min Wu merapikan rambut Naura yg acak2an itu. Dibersihkannya dari rumput dan tanah yang menempel akibat bergulingan tadi. Tidak canggung sama sekali seperti memperlakukan teman yang sudah lama dikenalnya saja, Naura aja yang dibikin salah tingkah. Karena baru pertama ini dia diperlakukan seperti itu oleh seorang pria.

” Teman sekamarku yang memaksa mengajakku kesini. Dia ingin menonton konser idolanya. entahlah, semua temanku gila dengan artis Korea ” Naura geleng2 kesal, tangannya mengusap2 sikutnya yg juga berdarah itu. Dengan sigap Min Wu mengambil alih yg dilakukan Naura, dia memakai ujung kaosnya untuk melap darah tersebut

” Dan kau sendiri tidak suka ?”

” Tidak, aku tidak menyukai artis korea. mereka kayak banci yang doyan nari2 gt” Min Wu mengangguk2an kepalanya dengan sedikit jengkel” Ayahku seorang pria Korea, dia meninggalkan aku dan ibuku. Sejak kecil aku selalu dihina temanku karena aku dibilang anak haram. Padahal aku melihat sendiri surat nikah orang tuaku. Tapi aku tak pernah melihat wajahnya. Bahkan fotonya saja tidak ada. Entah kenapa ibu tidak pernah menyalahkan pria itu, sepertinya ibu sangat mencintainya…” Naura sedikit Curcol sambil berusaha meluruskan kakinya yang terluka itu.

” hmmmm… tidak kah kau pernah tanya pada ibumu kenapa tidak membenci suaminya itu seperti kau membenci ayahmu? ”

” Ibu tetap melindunginya, katanya ini pilihan dia ”

” Lalu apa kau tidak ingin bertemu ayahmu?”

” Rasanya tidak, aku sudah tidak membutuhkannya. oh ya kita harus segera kembali, temanku pasti khawatir. Kau sendiri sedang apa di jeju? bukankan kantormu di Seoul?  ” Naura mengalihkan pembicaraannya. Dia tidak ingin orang asing ini terlalu tahu masalahnya.

” Aku sedang ada tugas kantor, apa kau butuh ambulance? ” Mr.Kim mengkhawatirkan Naura yang sepertinya kesakitan itu

” Tidak, aku hanya butuh montir untuk memperbaiki mobil. Luka ini bisa ku obati sendiri sesampainya di mobil sana. ” Naura tersenyum melihat perhatian Mr.Kim itu

” Oke, kau tunggu sebentar, aku akan telp karyawanku untuk menjemput kita” Mr.Kim menelpon seseorang, obrolan mereka nampak serius, Naura tidak bisa memahaminya karena mereka bicara dalam bahasa Korea.

Naura terus memperhatikan Mr.Kim, dia merasa sedikit familier dengan wajah itu,  entah dimana dia melihatnya. Kalo saja Naura inget kalender di dinding kamar Sandra, mungkin sekarang dia tahu kenapa wajah itu seperti tidak asing baginya. Lamunan Naura buyar tatkala Mr.Kim meraih tubuhnya dan menggendong Naura menaiki lereng itu menuju jalan raya.

” maaf aku terpaksa melakukannya, aku yakin kau tidak bisa jalan ” Ucap Mr.KIm. Naura tidak menjawab, dia sengaja memalingkan wajahnya ke samping agar tidak melihat wajah Mr.Kim

” Turunkan aku…” Lama2 Naura tidak kuat, debaran jantungnya seakan menyiksanya. Dia tidak pernah sedekat itu dengan seorang pria, apalagi ini digendongnya.

” Tolong jangan keras kepala. Dan berhentilah jadi pemarah. Karena amarahmu selalu membawa musibah. Wajahmu cantik, entah kenapa emosimu tinggi. kau juga gegabah. 2x aku celaka karena jadi korban amarahmu itu. Apa itu belum bisa membuatmu jadi gadis manis? bagaimana bisa di umur 24 tahun kau lulus jadi dokter. Apa dosenmu tidak pernah melakukan psikotes sampe bisa membuatmu lulus? Jangan2 kau menyuap untuk dapat gelar dokter….” Goda Mr.Kim

” Aku lulus karena aku pintar !aku fokus pada kuliahku, dan aku tidak disibukkan dengan urusan cinta, makanya aku bisa lulus cepat !” naura tak terima diejek demikian.

” hmmmm kalo begitu ini cinta pertamamu ? ” Mr.Kim kembali menggoda Naura. Dan sontak Naura memberontak dan melepaskan diri dari gendongan Mr.Kim

” Aku bisa jalan sendiri !!!! ” Naura kembali judes, dia mendorong tubuh Mr.Kim agar jauh2 darinya. ” Kalau mau menolongku tolong sebatas panggilkan montir, jangan memanfaatkan kesempatan yang ada !”

” Tapi kau suka kan?” Mr.Kim nyengir, seiring dengan datangnya sebuah mobil derek yang diikuti mobil lainnya di belakang. Ternyata Manager choi.

” Aku akan mengantarkanmu ke mobilmu” Mr.Kim membukakan pintu mobil untuk Naura agar satu mobil dengannya, tapi Naura menolak.

” Tidak, terima kasih. Aku akan ikut  mobil derek saja, kau kembalilah ke kantormu. Terima kasih sudah menolong saya mencarikan montir ” Naura mengangguk pada manager Choi yg memandanginya dari balik kemudi yg dibalas Mr.Choi dengan senyuman ramahnya.

” Oke, pastikan lukamu segera diobati ” Ucap Mr.Kim seraya melambaikan tangan dan berlalu dari hadapan Naura

” Siapa dia? sepertinya bukan orang Korea?”  Mr.Choi menyelidik

” Tolong antar aku ke RS….. ” Min Wu tidak menjawab, dia meringis meraba punggungnya yang rupanya terluka itu.

*******************************************************************************

Sejak kembalinya mereka ke Seoul, Mr.San yang selalu merawat luka Naura. Kavita rupanya phobia dengan darah. Dia bisa semaput kalo melihat luka berdarah seperti itu. Makanya dia tidak berani merawat Naura. Meskipun akhirnya mereka gagal menonton konser, Kavita tetap memaafkannya. Dia sedih melihat temannya terluka seperti itu, tapi dia juga tidak berdaya kalau harus merawatnya, jadilah dia meminta Mr.San untuk merawat Naura. Semua teman pendidikannya menengok Naura secara bergantian

” Kau tidak memarahiku ? ” Tanya Naura sambil memandangi San yang saat itu sedang mengganti perban di kaki Naura
” Kau mau aku melakukannya?” San balik bertanya sambil tetap konsen dengan pekerjaanny”
” Tentu saja tidak, kau sudah cukup membuatku tertekan dan kembali merasakan sensasi anak sekolahan yg menghadapi guru killer”
” Terima kasih untuk pujiannya. lain kali aku tidak akan mengampunimu kalau ketauan ngelayap di hari belajar. Setelah sembuh, segera buat sebuah presentasi tentang pulau Jeju, sebagai hukuman kejadian ini ”

San berlalu sambil membawa perban kotor untuk dibuang. Naura memandangi kepergiannya dengan mulut manyun. Tak lama kemudian Kavita masuk ke kamarnya.

” Kalau aku perhatikan, Mr.San itu tampan juga ya, umurnya paling baru 30 tahunan kan?” ujar Kavita seraya tiduran di samping Naura.

” Tapi dia judes”

” Itu yang menariknya,dear. jual mahal! aku suka type pria seperti itu. penuh tantangan”

” Kenapa tidak kau ajak dia kencan saja?”

” Dia sepertinya lebih menyukaimu….”

” Bagaimana mungkin, kata2nya selalu kasar kalau berbicara padaku ”

” Waktu di Jeju, dia nampak khawatir sekali waktu tahu kau kecelakaan. Dia bilang akan menghajar orang yang membuatmu kecelakaan begitu. oh ya, kau belum cerita, dengan siapa kau terjatuh ”

Naura seperti diingatkan pada sang ‘korban’ tampan itu. Entah kenapa tiba2 ada debaran aneh ketika mengingatnya. Masih terbayang saat pria itu memeluknya dan melindungi kepalanya, juga saat dia digendongnya. Pria yang biasa menjengkelkan itu kenapa begitu peduli padanya. Dan sekarang dia tidak tahu bagaimana keadaannya. terluka kah dia? apa dia baik2 saja? perasaan itu tiba2 mengganggu fikirannya.

*****************************************************************************

TEMUI AKU DI RESTORAN SEBERANG APARTEMEN,

Naura menutup pesan di ponselnya itu dan bertanya2 siapa yg mau menemuinya disana? Selain Kavita dia tidak punya teman lagi di korea ini. Dia juga tidak akrab dengan peserta lainnya. karena mereka semua pria. Hanya dia dan Kavita peserta pelatihan itu yg berjenis kelamin perempuan. Nomor yg mengirimkan pesan barusan jelas2 nomor Korea. Apa San yg mengajaknya ketemu? tapi mereka baru saja bertemu di kelas, jd tidak mungkin secepat itu dia ngajak bertemu. Karena penasaran, Naura segera memakai coatnya dan dengan sedikit tertatih2 menuju ke restoran seberang apartement itu.

Sesampainya disana dia sudah disambut seorang waitres yg nampaknya sudah siap dengan kedatangan Naura.

” Miss Naura? mari ikut saya…. ”

Naura mengikuti pria itu dan masuk ke sebuah ruangan. Setelah Naura masuk pintu segera ditutup dan waitres itu pamit. Dan di sana Naura melihat Mr. Kim duduk menyambutnya. Tidak ada tampang manager sama sekali ( Mr.Kim mengaku kerjaannya itu seorang manager). pakaian casual dan topi bisbol, ditambah kini dia tidak mengenakan masker seperti biasa, membuatnya lebih mirip artis k-pop saja. ( embeeeeerrrrr, Naura aja yg oon ga gaul,xixixixi)

” Bagaimana keadaanmu Naura-ssi ” Tanya Mr.Kim seraya mempersilahkan Naura duduk
” Baik2 saja, ada apa ini? kenapa kau memanggilku kesini? ” Naura masih bingung
” Hanya ingin mengajakmu makan, nampaknya semenjak di pelatihan makanmu tidak baik. kau lebih kurus dibanding pertama aku melihatmu. Kau tidak cocok dengan makanan disini?”
” Mungkin akunya saja yg kurang pandai beradaptasi…. ” Naura tak menyangka Mr.Kim sebegitu perhatiannya
” kau sedang libur kerja?”
” hmmmm yap! aku sedang cuti jadi bisa menengokmu”
” Bukan menengok, tp menyuruhku menemuimu. Kalo menengok itu kau yang datang ke tempatku…” Ujar Naura tersenyum
” Akhirnya…. bisa juga melihatmu tersenyum. Kakimu masih sakit kelihatannya”
” Butuh sedikit terapi…. , dan kau sendiri? apa kau terluka? maafkan aku telah menyebabkan kejadian itu. Aku benar2 menyesal…..” Naura meminta maaf dengan sepenuh hatinya.
” Lupakan saja. ini SIM mu, kau ingat hari ini kita janjian ketemu” Kim menyodorkan SIM Naura yang disitanya sewaktu pelemparan batu itu. Rupanya ini tepat seminggu sejak insiden di sungai han itu. ” Apa kau masih mengharapkan untuk dideportasi? ”
” Sepertinya aku mulai mempertimbangkan untuk tetap disini…” Naura tersenyum simpul ” Jangan geer, bukan karena kamu aku melakukan itu. Aku pikir kalau aku akan melakukannya untuk ibu. ibu berhak mendapatkan yang terbaik dariku.”
” Senang mendengarnya, suatu waktu kalau kau tidak sibuk, datanglah ke apartemenku. Masakkan aku sesuatu dari hasil pendidikanmu di Korea. Aku suka kimchi timun dan kimbab tuna.”
” Kau pikir aku mau membuatkannya untukmu?” Naura manyun, namun kali ini manyunnya bukan karena jengkel, lebih pada kemanjaan saja. Dan Kim sendiri mengetahui itu.
” Kenapa tidak? aku sudah mentraktirmu sebanyak ini ” Kim menunjuk isi meja yang penuh dengan hidangan itu
” Jadi ini ada imbalannya? ”
” Aku ini pengusaha…. mana boleh rugi!” Kim nyengir
” Heh! dasar…. ! aku tanya, kenapa kau seperti tertarik padaku? setiap ketemu kau selalu bersikap baik. Melindungiku, memberiku makanan sebanyak ini, padahal aku pernah melempar keningmu pakai batu ”
” Aku suka cewek galak sepertimu” Kim tersenyum
” Tapi sayangnya aku tidak suka padamu ”
” tidak perlu buru2 untuk menyukaiku, kalau buru2 kurang menarik. nikmatin saja prosesnya…” Kim menatap mata Naura, membuat dokter muda itu salah tingkah. ” Kau disini saja, aku ada acara lain, akan ku panggilkan teman untukmu. Bersenang2lah dengannya ” Kim mendekati Naura, dia berdiri di belakang kursi yg diduduki Naura itu, Kim menundukkan kepalanya sejajar dengan kepala Naura ” Kau cantik kalau tersenyum….” bisiknya pelan membuat Naura sedikit merinding mendengarnya. Bisikan pujian yg disampaikan seorang cowok tampan tepat di dekatnya itu benar2 berhasil menyentuh perasaan terdalamnya.

Tanpa menunggu jawaban Naura, Mr.Kim keluar dari ruangan itu dengan mengenakan masker dan topinya. Meninggalkan Naura yang masih duduk diam.  Pelan2 dia meraba dadanya, debaran jantungnya tiba2 terasa tak normal. ” Tidak tidak… ini hanya efek kelaparan saja….” Naura geleng2, mencoba mengingkari perasaan aneh itu. Dia bahkan tidak mengantar kepergian Kim.

Beberapa saat kemudian Kavita datang, dia kaget ketika melihat Naura sudah ada di dalam ruangan itu

” Bagaimana kau kesini?”tanya naura heran melihat kedatangan Kavita
” Seseorang menelponku katanya ada yg butuh pertolonganku di restoran ini, jd itu kau orangnya? Kau kenapa? ” Kavita memandangi sekujur tubuh Naura, takut kalau sahabatnya itu sedang terluka.
Naura menunjuk semua hidangan yang memenuhi meja. Dari masakan India, sampe Indonesia ada disana. ” Bantu aku menghabiskannya. aku dapat gratisan…..”

Sambil makan Naura melamun, siapa sebenarnya Mr.Kim ini? kenapa dia selalu ada dimana Naura berada. Apa benar dia seorang manager? kenapa dia selalu berpenampilan misterius.
” Siapa yang sudah berbaik hati mentraktir kita? aku kira bukan Mr.san deh ”
” Tentunya, mana mau manusia galak itu nraktir kita sebanyak ini ”
” Kau punya kenalan? ”
” Seorang manager…. ” Ucap Naura tanpa bermaksud memberitahu lebih banyak lagi masalah Kim pada Kavita
” Hmmmm, not bad. btw, Aku ada kencan buta ” Kavita tersenyum bahagia sambil mulai menikmati hidangan istimewa itu
” sama siapa? ”
” Seorang artis figuran ”
” What ?! ” Naura menghentikan makannya dengan mulut penuh nasi.
” Sapa tahu aku bisa ikut lihat dia syuting dan bertemu artis idolakuuuu !!!!!” Kavita semangat sekali nampaknya dengan kencan butanya itu. #Tuing!Tuing! Naura geleng2 melihat tingkah sahabat sekamarnya itu. Ga di Indonesia, ga di Korea, Naura selalu merasa ketiban sial karena berteman dengan cewek2 pecinta K-POP itu

******************************************************

 

 

 

 

 

 

 

Google Ads

Recommended For You

About the Author: admin

Lina Irawan adalah Seorang Ibu Rumah Tangga, Istri, Produsen Baju Muslim, Hijab dan Cadar Label AleenaHijab.com, Menyukai Masak – Masakan. Film India, dan Drama Korea serta The Flash

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *