Love In Korea Part4

Paginya Naura membuka matanya karena sinar matahari yang menyilaukan. Ternyata Kim yang nampak sudah mandi membuka gorden. ” Cantik2 kok bangunnya siang….” Kim menarik selimut Naura.

“Aku masih ngantuk, aku baru tidur 2 jam” Naura menarik selimutnya lagi, Dan melihat itu Kim malah ikutan masuk ke selimut membuat Naura langsung meloncat dari tempat tidurnya ” heh, jangan kurang ajar ya. Aku berbaik hati membolehkanmu tidur di sofaku bukan untuk nakal begitu” Bentak Naura sambil mengikat rambutnya ke belakang.

” Kalau tidak begini mana mau kau bangun” Kim nyengir. Dan memeluk guling Naura

” Kau curang….!” Naura meraih handuknya dan berlalu ke kamar mandi ” Jangan mengintip! kalau ketauan mengintip aku akan mencekik lehermu! ” Teriak Naura

Kim hanya tersenyum melihat tingkah Naura. dia mengacak2 rambutnya sendiri. Tidak habis fikir dengan sikapnya selama ini. Dia meraih kameranya yang semalam dipake foto2 dengan Naura. Dilihatnya kembali foto2 mereka semalam. Dari pose imut, lucu, romantis sampe pose jahil mereka ada di sana. Kim tersenyum sendiri melihat itu.Memang sengaja dia yang meminta agar menggunakan kameranya saja, Kim khawatir foto mereka akan jatuh ke tangan yang tidak bertanggung jawab sehingga akan menyusahkan dirinya kelak.

Mereka pulang jam 5 pagi, Naura mengizinkan Kim tidur di sofa kamarnya. Meskipun Kim tahu dia ga bakalan bisa terlelap kalo tidur di sofa, demi menghormati permintaan Naura dia nurut saja

Selesai Naura mandi, mereka berdua sarapan di kamar. sejak semalam San sudah menghilang. Ternyata dia langsung check out begitu Kim ( Min Wu ) Menemui Naura di kolam renang itu.

” Jadi dia guru killer itu? sepertinya dia menyukaimu…. ” Kim membukakan bungkus Muffin sarapan mereka lalu diberikannya ke Naura

” Aku harap begitu ” Naura cuek sambil menyuapkan muffin yang barusan diberikan Kim itu.

” Perempuan dimana saja sama suka tebar pesona ”

” karena itulah perempuan diciptakan dengan begitu indah ” Naura nyruput Moccacinonya. Busa kopi itu nampak menempel di bibirnya tanpa dia sadari, Kim tersenyum melihat itu.

” Aissh…Kau ini selalu mengundangku melakukan hal yang kuinginkan… ” Kim mengambil tissue, seraya melap bekas kopi di bibir Naura itu yang nampak sedikit kaget menyadari apa yang terjadi ” Aku yakin kau akan memilih tissue ini ketimbang bibirku untuk membersihkannya ” Kim masih saja mengusap2 bibir Naura yang segera memundurkan wajahnya agar tak terjangkau tangan Kim

” Sudah kan… kenapa masih mengusap2nya ! ” Naura melotot

” Bibirmu cantik….” puji Kim membuat muka Naura bersemu merah. Kim melanjutkan sarapannya dan tersenyum melihat Naura yang ngedumel ( Ngedumel kan cuman gaya aja, hatinya pasti suka tuh dipuji gitu, hehehe)  tiba2 Hp Kim bunyi dan dia minta izin Naura untuk mengangkat telponnya . Kim menjauh dari Naura dan nampaknya pembicaraan mereka begitu penting. Naura sama sekali tidak mengerti apa yang mereka bicarakan itu, karena Kim menggunakan bahasa aslinya.

Setelah telp ditutup Kim berjalan ke belakang kursi Naura, sedikit menbungkukan badannya dan tangannya memegang sandaran kursi untuk menopang tubuhnya. Gaya Kim ini selalu begitu ya. Sama dengan pas dia ketemu Naura di resto itu, mungkin gaya khasnya begitu kali, hehehe. Naura diam, dia tahu Kim ada di belakangnya ” Maaf, aku tidak bisa menemanimu hari ini, aku harus segera kembali ke Seoul. Ada pekerjaan yang menungguku ” Ucap Kim pelan, bahkan setengah berbisik di telinga Naura
” Oke, ga masalah. terima kasih kau bersedia datang ” Naura mengangguk
” Dan maaf aku membuat guru tersayangmu itu kabur ”
” Memang sangat disesalkan ” Naura pura2 cemberut
” Kau tahu, aku suka cewek galak. Tapi kadang kau menjengkelkan juga. Seandainya kau bukan seorang jagoan karate, aku ingin menciummu sampai kau merasa sesak kehabisan nafas…..” Kim melingkarkan lengannya di dada Naura, setengah memeluknya dari belakang gitu. Dan Naura seakan tersihir kaku, tak bisa menolaknya.
” Syukur kalau kau masih punya rasa takut padaku, itu berarti aku masih aman ketika bersamamu…. ” Naura berusaha agar suaranya terdengar tidak gemetar, karena kini dia menyadari dagu Kim menempel di kepalanya.
” Tapi tidak lain kali…. ” Kim bangkit dan mengacak2 rambut Naura dengan lembut. ” Aku berjanji, lain waktu akan menemanimu ke Tedy Bear” dia mengambil tas punggungnya dan seperti biasa memakai masker juga mantelnya. ” Sewa guide saja untuk menemanimu keliling jeju kali ini ya ” Ucap Kim sebelum dia melangkah keluar
” Ide bagus, hati2 ya….” Naura mengantar Kim ke pintu kamarnya. Dengan sedikit kaku dia melambaikan tangan, seakan seorang gadis yang melepas kekasihnya pergi. Kim membalasnya dengan tersenyum, meskipun senyumnya tidak bisa Naura lihat karena Kim sudah mengenakan maskernya. Sepeninggalan Kim, Naura menjatuhkan tubuhnya ke tempat tidur, pikirannya campur aduk. Semalaman dia dan Kim jalan2. Berfoto di taman, Bahkan Kim mengajaknya berkuda malam2. Mereka juga berfoto di depan Teddybear museum. Tadinya Naura ingin ditemani kesana hari ini, berhubung Kim tak ada, dia memutuskan akan pergi sendiri nanti siang. Tiba2 Naura berguman ” Apa ini cinta….??? hmm tidak ! tidak ! tidak mungkin cinta! hanya perasaan terhibur saja ….. ” Naura gelundungan di tempat tidurnya dengan galau.

ini nih si Tedy Bearnya sodara2…..:)

Goong8 td teddy teddy bear museum

Tiba2 dia ingat ibunya dan segera mengambil ponselnya…

” Bagaimana kabar ibu? sekarang aku lagi di Jeju bu ”
” Ibu baik2 aja Ra, kamu ada masalah disana? bukankah seharusnya kamu di Seoul? ”
” Aku dihukum gara2 sempet mbolos…” Naura nyengir seakan2 ibunya bisa melihat cengiran jahilnya itu
” Apa kau ingin pulang?”
” mmm tidak bu, aku akan selesaikan semuanya dengan baik. Ibu tenang saja…”
” Ibu sudah menduga, kau akan suka di sana. Kau sudah punya kenalan cowok Korea? ”
” ahh ibuuuu…. ”
” Dari jawabanmu ibu rasa kau sedang jatuh cinta…..”
” Nggak! aku tidak suka pria Korea, mana mungkin aku jatuh cinta disini…. !”
” Oh iya, Sandra minggu ini mau ke Seoul katanya. Kemaren dia sudah booking tiketnya. Apa dia sudah memberitahumu? ”
” Belum bu, brengsek thu anak. Mo kesini ga ngasi kabar dulu ”
” Mungkin mau memberimu kejutan, kalo gt ibu salah dong ya memberitahumu….” Terdengar suara ibunya terkikik disana
” Ibu the best…. Jadi biar nanti dia yang aku kasi kejutan. Aku jemput dia di Incheon. ibu tahu tanggal dan jam penerbangannya?”
” Ya….”
” Bu… aku sayang ibu…”
” Ibu juga sayang kamu, kenapa kau merajuk seperti ini?”
” Aku… sedang kangen dengan ibu saja, apa ga boleh?”
” Tentu saja boleh, hanya saja ibu merasa sesuatu terjadi di sana’
” Aku baik2 aja bu… udah ya. aku masih harus melanjutkan tugasku ”
” Jaga dirimu baik2 ya sayang…”
” Iya bu, bye…..”

*******************************************************************************

Min Wu yang sudah ada di Seoul nampak sedang meeting dengan produser, manager Choi dan juga para investor. Mereka membahas tentang album Min Wu yang bakal rilis juga tentang film baru yang akan dibintangi Min Wu.

” Jadi mulai 2 minggu lagi promo tourmu akan dimulai. Berawal di jepang dan terakhir di London. Mau ga mau jadwal syuting ” Cinta di balik matahari “ akan tertunda ” Produser Han memulai pembicaraannya

” Apa riset peranmu di Cinta Di Balik Matahari sudah kau lakukan ? Mr.Jin yang selaku sutradara menanyakan tentang riset lapangan yang dilakukan Min Wu untuk film terbarunya itu.

” sudah…”

” Apa ada di Korea ini yang tidak mengenali Min Wu?” timpal Mr.Kang si investor bertubuh tambun ikut bertanya

” Dia bukan orang Korea, tapi lagi study di Korea” Ucap Min Wu

” Dan dia tidak mencakar atau menjambakmu meskipun kau terlihat begitu memujanya? ” Mr.Jin penasaran

” Cuma melempar keningku dengan batu ” ucap Min Wu, tiba2 saja hatinya bergetar ingat peristiwa pertama dia bertemu Naura. hmmm.. jadi Naura cuman dijadiin riset peran untuk film terbarunya Min Wu dooong???? #Hiks…. poor Naura….

” Inilah kelebihanmu sebagai seorang aktor, selalu melakukan riset peran untuk kesempurnaan aktingmu ” Manager Choi bangga melihat Min Wu berhasil. Itu tandanya dia siap untuk berperan di Film terbarunya yang bercerita tentang seorang superstar yang jatuh cinta pada orang biasa. Sejak mendapat Naskah film itu Min Wu pun berencana melakukan riset peran. Dia berusaha mencari seorang cewek yang tidak mengenalnya untuk dibuatnya jatuh cinta. Tapi di Korea kayaknya semua wanita muda bahkan nenek2pun mengenalnya. Akhirnya di saat kebingungan itu dia ketemu Naura. #ksian Naura kalo gituu, hikshikshiks

********************************

sejak kepulangannya dari Jeju, Naura mulai menikmati hari2nya di Korea, seperti pagi itu dia nampak sudah ada di jalanan depan apartement dengan mengenakan baju joggingnya.

Dengan wajah berseri2 dia berlari2 kecil memutari taman yang juga dipenuhi oleh beberapa orang yang bersepeda dan jogging. Dari arah berlawanan nampak San juga berlari2 kecil. Melihat itu Naura langsung menyapanya

” Pagi Oppa…..”

San memandang Naura mendengar sapaannya itu ” Kenapa?” Tanya Naura sambil tersenyum manis melihat San hanya memandangnya saja tanpa menjawab sapaannya itu

” Sejak kapan tingkahmu jadi manis begitu?”
” Lho… aku kan selalu manis…” Cengir Naura. Kalau saja San bukan pembimbingnya di pelatihan itu dan tidak membaca biodatanya, Pasti akan mengira Naura itu hanya seorang anak SMA yang baru aja beranjak dewasa.

” Joggingnya jangan terlalu lama, kau harus masuk pagi ” San meninggalkan Naura yang mrengut

” iiiiiiiiiish kayak anak SD saja ! ” Dia pun melanjutkan joggingnya, setelah merasa sedikit kelelahan dia duduk di bangku taman. Di sampingnya nampak seorang bapak2 yang juga lagi ngaso

” Maaf, boleh saya duduk disini…. ”
” Silahkan, nak….”
” Terima kasih….”
” Kau nampaknya bukan orang Korea”
” Saya dari Indonesia, sedang mengikuti pendidikan perhotelan di Korea ini. Paman asli orang Korea? ”
” Tentu saja, kau senang berada disini? ”
” Awalnya tidak, tapi sekarang aku mulai menyukainya. oia, kenapa dengan tanganmu paman? Apa kau terkilir? ” Naura menunjuk tangan kiri paman itu yang sedang diurut2nya oleh tangan kanannya
” Entahlah, seperti kesemutan terus”
” Boleh aku memeriksanya? Aku seorang dokter ” Naura menawarkan diri
” Dengan senang hati, nak ”
Naura memegang tangan paman itu. ” kau sepertinya kena CTS paman. Setiap pagi cobalah merendamnya dalam air panas, tapi jangan panas banget. Setelah itu celupkan ke air dingin. Itu terapi sederhananya. Karena kalau operasi itu rasanya sakit sekali ” Ucap Naura dengan lembut dia memijat2 tangan paman itu.
” Kau sungguh baik dan cantik. pasti orang tuamu bangga punya anak sepertimu ”
” Ibuku yang bangga karena aku tidak punya ayah….” Ucap Naura dengan getir
” Meninggal?”
” Aku tidak tahu, sejak kecil aku tidak pernah melihat sosoknya. Bahkan namanya saja aku tidak ingat….” Terdengar parau  suara Naura kalau sudah membicarakan ayahnya itu. Dulu, ketika masih kecil dia pernah punya perasaan ingin bertemu dengan ayahnya, ingin merasakan belaian kasih sayangnya. Seiring waktu berlalu, kerinduan akan ayahnya sudah tak bersisa lagi. Yang ada adalah kebencian yang begitu mendalam
” Ini alamatku, kalau kau tidak keberatan datanglah kesana. Ajari aku bagaimana terapi yang kau katakan tadi ” Paman itu menyerahkan sebuah kartu nama
” Baik paman, kalau saya ada waktu saya usahakan main kesana ”
” Kau sudah punya kekasih ?”
” Hmmm belum, tapi aku sedang menyukai seseorang ” Ucah Naura dengan senyuman yang berseri,
” Ya, terlihat sekali kau sedang jatuh cinta, wajahmu berseri2 ” Ucap si paman
” Ah paman bisa saja ” Naura jadi malu mendengar komentar paman itu
” Semoga kau bahagia, Nak ”
” Terima kasih paman . Oia aku pergi dulu ya, sebentar lagi aku harus masuk kelas, pembimbingku rewel sekali, aku takut padanya ” Ucap Naura seraya bangkit dari duduknya dan mengajak paman itu salaman ” Senang bertemu denganmu paman ”
” Aku juga, nak ” Paman itu memandang kepergian Naura yang berlari2 kecil menuju apartemennya.

******************************************************************************

Jadwal hari ini adalah mengunjungi Istana Changdeok

290px-Changdeokgung-Injeongjeon

page

Istana Changdeok( Changdeokgung palace)  adalah istana dari Dinasty Joseon yang letaknya di Seoul. Di sebelah timur Istana utama ( Gyeongbok palace). Changdeokgung bermakna “Istana Kebajikan Gemilang”. Bersama Benteng Hwaseong Istana Changdeok dilestarikan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 1997. Istana itu didirikan tahun 1405 dan awalnya hanya sebagai villa saja.

Dalam periode 250 tahun dari abad ke-17 sampai pertengahan abad ke-19, Istana Changdeok mengalami beberapa kali musibah kebakaran serius.Pada tahun 1621, terjadi kebakaran yang disebabkan peristiwa Pemberontakan Yi Gwal.

Semua peserta pelatihan itu diwajibkan untuk membuat sebuah presentasi mengenai istana Changdeok ini. Mereka kesana dengan menggunakan Bus STAR hotel. Dan ketika semuanya sudah selesai melihat2 ke dalam istana, Naura ternyata tidak ada dalam bus. Rupanya dia ketinggalan di lokasi istana. Akhirnya San kembali ke Changdeok untuk mencari Naura karena ponselnya juga mati.

San kebingungan mencari Naura, tapi akhirnya dia melihat gadis itu sedang asyik foto2 di area Gerbang Donhwa.

” Kau selalu membuat masalah. kenapa kau mematikan ponselmu!? ” Ujar San marah melihat Naura masih anteng dengan foto2nya
” hpku low bat, aku bisa pulang sendiri kan? Kenapa kau susah2 menjemputku ?”
” Susah bicara dengan gadis nakal begini ” San menarik tangan Naura dibawa ke mobilnya. ” Duduk yang manis dan berhenti membuat kekacauan !”

” Maafkan aku, oppa…..” Naura mengeluarkan jurus andalannya. Dia menatap San dengan mata memelas.
San tidak menjawab, dia memundurkan mobilnya dari area parkir, tiba2 hpnya bunyi. San bicara tegang dengan orang yg menelponnya. Rupanya itu sebuah kabar penting, dan kelihatannya bukan kabar baik. Raut wajah San berubah tegang dan khawatir

” Ayahku kecelakaan…. Apa kau tidak keberatan kalau aku mengajakmu ke RS? ”
” Tentu saja tidak, ayo kita berangkat ” Naura ikut panik mendengar kabar itu.

Dengan cepat San memacu mobilnya ke RS. Sesampainya disana Sekretaris Jung nampak sudah menunggu

” Bagaimana keadaan ayah??! ” Tanya San dengan panik
” Kritis, butuh donor darah. Sampai sekarang belum ada darah yang cocok. Persediaan darah di RS ini tidak ada yang cocok dengan darah Pak Komisaris” Ucap Sekretaris Jung
” Aku juga ga bisa mendonorkan darahku, golongan darah kami beda….” San terduduk lemas.
” Bagaimana… kalau aku diperiksa dulu? Siapa tahu darahku cocok dengan ayahmu…. ” Naura mendekati San yang tertunduk sambil megang kepalanya karena bingung itu. Jiwa dokternya ternyata belum pudar sedikitpun.
” Kau yakin?”
” Tentu saja ”
” Ayo kita temui dokternya…..”

Dan beruntung sekali, darah Naura cocok. Sehingga Komisaris Han pun akhirnya dapat tertolong dan bisa melewati masa kritisnya. San tentu saja sangat berterima kasih, dia memeluk Naura yang masih terlihat pucat karena proses tranfusi darah itu ” Terima kasih Naura. Kau menyelamatkan ayahku…..” Ucap San
” Tuhan yang menyelamatkan Pak Komisaris….” jawab Naura yang masih dalam pelukan San. Ada debaran aneh tatkala Naura melakukan transfusi darah tadi, dia seperti mengalami deja vu tatkala terbaring di samping Komisaris yg mukanya masih diperban itu.

San bermaksud mengantar Naura pulang, namun Naura menolak dan meminta San di RS saja menemani ayahnya. Sementara dia diantar pulang oleh salah satu pengawal komisaris.

*****************************************************************************

Di sebuah lokasi syuting Min Wu nampak sedang dirias, di sebelah kanannya Ah Jung nampak memperhatikan. Rupanya siang itu Ah Jung berkunjung ke lokasi syuting Min Wu. Dan itu membuat rumor kalo mereka sedang berpacaran semakin mencuat. Beberapa awak media sudah mencoba mengkonfirmasi rumor itu. Baik Ah Jung maupun Min Wu sama2 tutup mulut ketika ditanya status hubungan mereka.

” Kau sudah dengar kalau produser Han kecelakaan ? ” Tanya Ah Jung
” Ya… semalam manager Choi yang memberitahuku. Kau sudah melihatnya? ”
” Belum. Bagaimana kalau kita kesana bersama2 setelah kau selesai syuting ini”
” Kau tanya Manager Choi, apa aku bisa ada waktunya. Soalnya nanti malam aku pergi ke acara amal di Busan ”
” Kebetulan, aku juga dapat undangannya. Kita pergi bersama” Ah JUng nampak gembira bakalan ada kesempatan bersama dengan Min Wu. Dia yakin sebentar lagi wajah mereka berdua akan menghiasi halaman utama surat kabar selebriti Korea.
” Oke….”

Setelah itu kembali Min Wu take adegan. Namun kali ini berkali2 Min Wu harus mengulang. Sampe Mr.Jin harus berteriak ” Cut ! ” berkali2

” Kita tunda dulu syutingnya sampai disini. Min Wu sepertinya kau kelelahan. Istirahat dulu. Bukankah semalam kau baru pulang dari Taiwan? ” Mr.Jin menghampiri Min Wu
” Sepertinya begitu, kepalaku sedikit pening. ” Min Wu melirik Ah Jung yang ada di sampingnya.”aku sepertinya tidak bisa bersamamu melihat produser Han. Kau pergi bersama Manager Choi saja ” Min Wu melirik Ah Jung yang nampak kecewa itu
” Oke ” Ah Jung menyunggingkan senyum terpaksanya
” Kau bersama kami saja” Mr.Jin nyengir
” Tidak masalah sama siapapun juga. Kalau nanti malam kau sudah baikan, tepati janjimu menjemputku ” Ah Jung melambaikan tangan pada Min Wu, dia segera pergi ke mobilnya.
” Dandan yang cantik ” Min Wu mengedipkan sebelah matanya ke arah Ah Jung. ” Tolong jaga nona Ah Jung untukku ” Min Wu melirik Mr.Choi yang langsung membuat tanda O dengan jempol dan telunjuknya itu
” Haaaah kalian, kenapa masih malu2 gitu ” Mr.Jin mengibaskan telapak tangannya di depan muka. Dia tahu Ah Jung menyukai Min Wu
” Sssstttt….Apa besok Eun Hee bisa syuting? ” Tanya Min Wu menanyakan partnernya di drama ini ” Aku sepertinya ga ada semangat kalau yang syuting para Ahjuma semua ” Min Wu nyengir nakal
” Bisa, dia tadi menelpon sudah kembali dari liburannya ” Ucap Mr.Jin. Min Wu bangkit dari duduknya dia segera meraih kunci mobil
” Good news, sampe ketemu besok ”
” Kau bisa nyetir sendiri ?” Mr.Jin khawatir ” Apa tidak kau ajak salah satu kru untuk membawa mobilmu?”
” Sepertinya tidak perlu, aku pulang ke apartemen, tidak ke rumah ” Ucap Min Wu.

Sesampainya di mobil Min Wu mengambil ponselnya yang biasa dia pake untuk menghubungi Naura.” Kenapa sepi saja….??? Apa dia tidak mengingatku ! ” Gumamnya seraya mengetik sms ” aku butuh seorang dokter ke apartemenku. Diutamakan dokter yang sedang dipecat. Dan lebih diutamakan lagi dokter yang bisa membuatkanku makanan. aku lapar “

******************************************************************************

Naura yang saat itu sedang ada pelajaran mengenai perekrutan karyawan nampak tersenyum. Setelah sekian lama dia menunggu kabar dari Kim akhirnya sms itu membuatnya berbunga2. Begitu kelas selesai cepat2 dia meraih tasnya
” Aku tidak langsung pulang, aku ada urusan dulu ya . Ku pinjam dulu mobilnya” Ucap Naura seraya mengacungkan kunci mobil pada Kavita
” Aku ikuuuuttt ”
” Tidak bisaaa, ini penting ” Naura berlari ke parkiran. Dia langsung ngebut ke alamat yang dikasih Kim di sms itu. tiba dalam 30 menit atau kau menyesal. Sms lanjutan itu membuatnya tak bisa menunda2 kedatangannya. Di sela lampu merah, Naura membetulkan riasan wajahnya. Tiba2 dia tersenyum sendiri ” Kenapa aku ini….??? ” Gumamnya geleng2 kepala. Sejak cintanya tidak pernah berbalas terhadap Andreas, Naura tidak pernah merasakan hatinya berbunga2 lagi. Dan kali ini perasaan aneh itu selalu muncul tatkala ada sesuatu yang berkaitan dengan Kim.

Sesampainya di apartemen yang dimaksud Naura segera mijit belnya, tak lama kemudia pintu terbuka, muncul seraut wajah tampan yang hanya mengenakan celana selutut dan kaos oblong itu ” Masuklah….” Ucapnya dengan senyuman yang begitu menawan.  Naurapun masuk dan pandangannya berkeliling menyapu isi apartemen yang terkesan mewah itu

” Waaaaah…. seorang manager di Korea bisa sejahtera sekali ya. Di negaraku, apartemen semewah ini cuma dimiliki artis dan pejabat ” Gumam Naura kagum
” Aku membelinya dengan mencicil, potong gajiku sebagai manager ” Sahut Kim berseloroh
” OOoooooO….. kau bilang kau sakit, bagian mana yang sakitnya? apa mau aku periksa? berbaringlah ” Ucap Naura
” Kenapa terburu2 menyuruhku berbaring? Apa kau ingin melakukan seperti yang kau lakukan di Jeju itu ? ” Bisik Kim sambil tersenyum
“  jangan bicarakan itu lagi. cepat katakan kenapa kau memanggilku kesini ” Naura cemberut dia melempar tasnya ke sofa dan duduk bertumpang kaki. ” Tarif konsultasiku 1 juta won sejam ”
” Periksa kepalaku, beberapa hari ini selalu pening ” Kim malah rebahan di pangkuan Naura. Tangannya meraih tangan dokter cantik itu dan ditempelkan ke keningnya.
” Tidak ada dokter yang memeriksa pasiennya dengan posisi seperti ini, tuan…. ”
” Kau kan dokter pribadiku, lagipula tarifmu mahal. jadi lakukan saja sesuai yang ku minta ” Kim memejamkan matanya,  tanggannya masih menggenggam tangan Naura yang terasa lembut itu
” Suhu badanmu sedikit hangat….”
” Tubuhku lebih hangat lagi…. ”
Naura menepiskan tangan Kim dan cepat2 berdiri ” Tunjukan dimana kamarmu ”
” Dengan senang hatiii ” Kim terlonjak dan secepatnya menarik tangan naura menuju ke kamarnya. Sebuah tempat tidur besar berseprai putih nampak mendominasi interior kamar itu.
” Berbaringlah…. ” Naura menunjuk ke tempat tidur
” Baik, bu dokter ” Kim membaringkan tubuhnya, Naura segera mengambil stetoskopnya dan mulai memeriksa Kim” Aku yang diperiksa, kenapa kau yang berdebar2….? ” Dalam keadaan diperiksa gitu Kim masih aja menggoda Naura.
” Kau nampaknya mengalami sedikit dehidrasi. terlalu lelah bekerja kayaknya, Aku rasa tidak ada yang serius ” Naura tidak menanggapi godaan Kim ” Apa pekerjaanmu sangat sibuk sampai kau kelelahan begini ? ”
” Begitulah… kenapa kau tidak menelponku? ” Kim menatap Naura dengan pandangan yang mesra, dia  memiringkan tubuhnya dan menopang kepalanya dengan satu tangan.
” Aku banyak tugas di kelas, kau tahu sendiri aku tidak punya basic di perhotelan. Semua itu benar2 merepotkanku ” Naura memasukkan kembali stetoskop ke dalam tasnya. ” Nanti aku buatkan resep obat ya, kau beli sendiri di apotik ”
” Sekarang aku sudah merasa lebih baikan. Aku rasa bertemu denganmu sudah menjadi obat buatku ” Tiba2 Kim menarik tangan Naura sampai Naura jatuh di kasur ” Berbaringlah di sampingku. Aku butuh dekat denganmu ” Kim memejamkan matanya, Tangan kanannya kini menjadi bantal Naura, dan lengan kirinya dia taro di dahi.
” Kau sedang ada masalah ? ” Naura memandang wajah Kim yang terpejam di sampingnya itu
” Masalahku adalah dirimu, nona. Aku selalu ingin bertemu denganmu ”
” Kamu pintar sekali merayu, tuan Manager. Kau sepertinya kelaparan, bicaramu kacau begitu. Bagaimana kalau aku buatkan kau sup ayam ginseng? ”
” Bisa membuatnya? ”
” Nilaiku paling tinggi waktu kemarin ada pelajaran itu ” Ucap Naura tersenyum
” JAdi kau mau pamer padaku ? Ayo kita eksekusi ” Kim bangkit dari tidurnya. Dia meraih tangan Naura agar bangun juga ” Tapi aku benar2 merindukanmu….. ” Ucapnya seakan menegaskan kalau kata2nya tidak bohong. Naura cuman tersenyum simpul melihat kemanjaan sang manager itu. KIm berjalan menuju dapurnya dan diikuti Naura yang sudah melepas Coatnya itu
” Biar aku yang melakukan. Kau cukup duduk manis menonton kemahiranku” Naura membuka kulkas di dapur dan mengambil beberapa bahan masakan
Kim menghampirinya dengan membawa clemek. dia mengalungkan tali yang atas, dan giliran mengikat tali yang di pinggang sengaja Kim mengikatnya dr depan sehingga seperti sedang memeluk Naura. Naura hanya terdiam saja sambil tetap memegangi tomat dan wortelnya. ” Sudah, silahkan tunjukan kebolehanmu” Kim duduk di kursi dapurnya sambil memandangi Naura. ” Kapan kau kembali ke Indonesia? ”
” sekitar 2 bulan lagi, kau sudah bosan melihatku?”
” Mana mungkin, aku takut kau pergi dariku….”
” Aku kangen dengan RS tempatku bekerja. Aku harap begitu kembali ke Indonesia aku sudah memperoleh pekerjaanku lagi ”
” Kenapa kau tidak jadi dokter di Korea saja?”
” Aku takut banyak pasien yang banyak maunya sepertimu, ” Naura mulai menumis bumbunya ” hmmm sudah tercium wanginya…” lalu dia memasukan semua bahan sup ” Tunggu 15 menit lagi” Naura menutup panci supnya dan mengurangi apinya

Tiba2 bel berbunyi, Naura melirik Kim. Seakan bertanya mengundang siapa lagi kah sang manager ini? Kim hanya mengangkat bahu sambil berjalan ke pintu. Dan betapa terkejutnya dia, belum sampai ke pintu, seseorang sudah masuk duluan

” Maaf aku langsung masuk, Tadi aku ke rumahmu. Tapi manager Choi bilang kau sedang ada di sini. manager Choi juga memberitahuku pinnya. Katanya takut kau sedang istirahat jadi aku harus masuk diam2. Kau ganti saja pinnya setelah ini kalau merasa tidak nyaman ” Ah Jung masuk sambil membawa sebuah bungkusan, dia segera mencopot sepatunya dan mengganti dengan sandal rumah ” Itu siapa….? ” Ah jung menatap ke arah Naura yang masih mengenakan clemek
” Dia….. ” Min Wu gugup dan bergantian menatap Ah Jung dan Naura. ” Perkenalkan, ini Naura, Dan Naura ini Ah Jung ” Kim/Min Wu saling mengenalkan keduanya
” Hallo, aku Ah Jung. Teman dekatnya dia ” Ucap Ah Jung dengan mengulurkan tangannya pada Naura yang nampak shock itu
” Saya Naura…. senang berkenalan denganmu ” Ucap Naura sambil tersenyum. Meskipun hatinya tiba2 bergejolak, dia berusaha untuk kelihatan baik2 saja.
” Kau masih lama disini? kalo lama biar aku yang pergi. Aku hanya mengantar tonik ini. Tadi dia bilang kurang enak badan, jadi aku membelikannya” Ah Jung meletakkan toniknya di meja. Ah Jung tahu Naura bukan orang Korea meskipun wajahnya tidak jauh beda dengan orang Korea, tapi bahasa yang Min Wu gunakan membuatnya tahu kalau Naura orang asing di Korea.
” Oh tidak, aku sudah selesai. Aku akan segera pergi. ” Naura membuka clemeknya dan dia mengambil tasnya yang tadi tergeletak di sofa.
” Aku akan mengantarnya dulu, kau tunggu disini ” Min Wu membukakan pintu untuk Naura. Naura membungkuk pamit pada Ah Jung. Min Wu berjalan di belakang gadis itu yang nampaknya begitu terluka hatinya. Mereka berjalan dalam diam menuju lift ” Terima kasih sudah datang, dan maaf kalau kau pulang dengan tidak nyaman ” Kim meraih tangan Naura, namun dengan perlahan Naura melepaskan tangannya itu dari genggaman Kim
” Aku baik2 saja, kau cukup mengantarku sampai sini. Aku bisa pulang sendiri ” Ucap Naura sambil tersenyum, dan Kim tau itu senyuman yang sulit Naura lakukan.
” Oke hati2 ya ”
Naura masuk ke lift dan merekapun saling pandang sampai akhirnya pintu lift tertutup. Begitu wajah Kim sudah tidak kelihatan Naura ambruk. kakinya tiba2 saja lemas, diapun menangis sesegukan sambil meluk tasnya.

Sementara Kim nampak menelpon manager Choi

” Kau masih di bawah? tolong panggilkan sopir pengganti untuknya. Dia ketemu Ah Jung, dan nampaknya shock ”
” Kenapa kau bawa dia ke rumah? ”
” Jangan tanya, cepat panggilkan sopir penggantinya sebelum dia sampai ke parkiran. Kalau tidak dapat tolong kau antar dia pulang ” Min Wu menutup telponnya dan segera kembali ke apartemennya.

Min Wu kembali ke apartemennya
” Sepertinya bukan seorang selebriti ” Ucap Ah Jung begitu melihat Min Wu masuk
” Seorang dokter… ”
” Kau menyukainya?”
” terima kasih untuk toniknya ” Min Wu tak menjawab pertanyaan Ah Jung. Dia segera menuju dapur dan membawa 2 mangkuk sup ayam ginseng buatan Naura, 1 mangkuk diberikannya ke Ah Jung ” Cobalah, rasanya enak….. ”

********************************************************

 

 

Google Ads

Recommended For You

About the Author: admin

Lina Irawan adalah Seorang Ibu Rumah Tangga, Istri, Produsen Baju Muslim, Hijab dan Cadar Label AleenaHijab.com, Menyukai Masak – Masakan. Film India, dan Drama Korea serta The Flash

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *