Love In Korea Part6

Hari sudah menjelang sore, Naura masih belum beranjak dari bangku taman dekat sungai Han itu.Dia masih takut untuk kembali ke apartemen. Takut kalo Sandra bisa melihat kesedihan hatinya.
Setelah dia dibakar cemburu melihat Kim yang ternyata sudah punya kekasih, kini dia juga harus menerima sebuah kabar bahwa sahabatnya sendiri mencintai Andreas, pria yang sejak kecil dicintainya.
pelan2 dia memencet no ibunya, di saat seperti ini hanya ibunya yang selalu memberinya ketenangan.
” Bagaimana kabar ibu disana? ”
” Baik Ra, kau sendiri kenapa? suaramu kok sedih gitu” Ibunya langsung mengetahui kalau Naura sedang tidak baik perasaannya.
” Orang seperti apa ayahku itu sebenarnya? kenapa ibu begitu mencintainya?”
” Kenapa kau ingin tahu tentang ayahmu? bukankah selama ini kau selalu menolak setiap ibu akan cerita tentangnya….”
” Kali ini aku ingin mengetahuinya bu. Sepertinya aku ingin menemuinya….”
” Apa yang terjadi denganmu sayang… kesedihan seperti apa yg membuatmu begini terluka?” ibunya tahu benar kalau kesedihan Naura begitu dalam. Karena kesedihan itu sampai2 Naura siap menghadapi pertemuan dengan ayahnya
” Aku hanya ingin coba mengenalnya bu, aku siap bertemu dengannya. Mungkin sekali seumur hidupku aku ingin melihatnya. Aku janji tidak akan memarahinya, hanya ingin tahu orang seperti apa dia…”
Terdengar suara ibu Laila menarik nafas panjang ” Baiklah, Nak. kau akan bertemu dengannya…..”

setelah itu Ibunya menutup telponnya, Naura kembali menenggak sebotol soju yang sengaja dibelinya sebelum dia berangkat kesitu, sudah 3 botol yang dia habiskan, dan ini botol yang ke 4. Dia duduk sambil meluk lututnya.
” Berani2nya kau minum sendiri !” Sebuah suara mengagetkannya. Naura melirik ke arah asal suara itu, dan dilihatnya San berjalan ke arahnya
” Bagaimana kau tahu aku ada disini?” Tanya Naura memandang heran ke arah San yang kini duduk di samping nya.
” Aku ini tuan rumah disini. Setiap sudut Korea aku tahu, kau sembunyi dimana pun aku akan menemukanmu ”
San meraih botol soju di samping Naura dan diapun meminumnya
” Heeeiiii itu punyaku !!!” Teriak Naura berusaha merebut botol soju dari tangan San, tapi dengan cepat San mengacungkan tangannya ke atas hingga botol itu gagal Naura rebut
” Aku minta, kau pelit sekali jadi orang !”
” Tapi aku masih pengeeeen !”
” Kau sudah menghabiskan 4 botol! kau mabuk, nona !” San berdiri dan menyembunyikan botol soju itu di belakang tubuhnya
” Tukar dengan makanan, aku lapar !” Naura berdiri, tapi tiba2 dia terjatuh karena limbung. Rupanya Naura bukanlah orang yang biasa minum. San cepat2 menangkap tubuh Naura.
” Hhhahh, sudah ku bilang kau mabuk. Naik ke punggungku! Kita pulang ” San berjongkok di depan Naura,dan Naura naik ke punggung San, ” Ternyata meskipun mungil tubuhmu ini berat juga ” Ucap San menggoda.Karena dari jalannya yang begitu santai, sudah ketauan kalo San tidak merasa keberatan dengan tubuh Naura yang
digendongnya itu.
” Aku tidak mau turun ”
” Kau mau aku gendong sampai mana? ”
” Tidak ke apartemenku,juga tidak ke rumah komisaris. Aku tidak mau ketemu siapapun…”
” hmmm bagaimana kalo kita ke apartemenku saja? ”
” Tidak! ”
” Ke hotel ?”
” Ku bunuh kau kalau mencoba membawaku kesana !”

****************************************************************************************************************
Dan akhirnya mereka berdua nampak duduk di jimjilbang ( tempat sauna)
” Pilihan yang tidak terlalu buruk, kanapa kau menutup mukamu seperti itu? ” Tanya Naura melihat San yang menutupi mukanya dengan handuk kecil
” Aku ini seorang presdir sebuah hotel ternama, Bagaimana kalau ada yang melihatku bersamamu disini ”
” Apa buruknya kalau melihat kita?”
” Tidak buruk kalau kau mau jadi kekasihku. Tapi aku ini juga gurumu di pelatihan, nanti kalau sampai kau memperoleh juara, akan ada yang protes kalau ketahuan kita pernah berdua disini ”
” hhmmmmm…” Naura merebahkan kepalanya di kedua paha San, tak berapa lama dokter muda itu nampak memejamkan matanya. Rupanya seharian menangis dan 4 botol soju membuatnya mengantuk sehingga dia langsung terlelap di paha San yang duduk nyender ke tiang
San menatapnya diam2. Dia tahu Naura sedang ada masalah, tp sengaja dia tidak ingin menanyakannya.
Baginya bisa ada bersamanya tatkala gadis itu bersedih itu sudah cukup baginya. Jemari San membelai halus rambut Naura.
Ketika tangannya hendak mengusap pipi Naura dia segera menghentikannya, San menarik nafas dalam2. Dia tahu Naura tidak mencintainya. Naura menyukai Min Wu yang sampai saat ini masih dikenalnya sebagai Mr.Kim sang Manager. Dan San juga tahu
kalo Min Wu pun menyukai Naura. Min Wu tahu dimana tempat Naura kalau bersedih, Dengan petunjuk dari Min Wu akhirnya San mengetahui keberadaan Naura. ” Tolong jaga dia, aku tahu perasaannya sedang tidak begitu baik.” Ujar Min Wu di telpon ketika San bertanya tentang keberadaan Naura.
” Kenapa tidak kau sendiri yang menemuinya ” Ujar San
” Kau tahu siapa aku, tidak mudah bisa menemuinya setiap saat ”
” Apa kau menyukainya? ”
” Temui dia, aku harus syuting lagi. Dan ingat syarat yang ku ajukan tadi. Kau harus menepatinya.  ” Min Wu menutup telp setelah berusaha menghindari
pertanyaan San tadi. Dan San pun semakin yakin kalo Min Wu memang menyukai Naura meskipun tidak mau mengakuinya.

Tiba2 San ingat Kavita dan Sandra. 2 sahabat Naura itu pasti sedang kelabakan karena hilangnya sahabat mereka itu. San mengambil Hpnya dan mengirim SMS pada Kavita ” Aku sedang berkencan dengan bu dokter, jangan mengganggu ya”
Ya, San tahu Kavita dan Sandra mengkhawatirkan Naura. Makanya dia mengabari demikian pada Kavita. Naura tidak ingin kalau sahabat2nya tahu dia sedang bersedih, karena itu dia lari. San pun menjaga kekhawatiran Naura dengan memberi kabar seperti itu. Agar mereka menganggap Naura sedang happy2 aja.
” Apa dia baik2 saja ? “ Kavita membalas sms San
” Dia sedang tidur di pangkuanku ” Balas San

Sementara itu Kavita langsung memperlihatkan sms San pada Sandra yang juga sedang kebingungan dengan menghilangnya sahabatnya itu.
” Siapa dia?” Tanya Sandra bertanya tentang San
” Pengajar kami, dia juga Presdir di STAR HOTEL. Bisa dikatakan dialah pewaris tunggal STAR HOTEL selanjutnya ”
” Woow, pantas saja dia seharian ini menghilang, rupanya kencan dengan orang kaya itu…. !” Gerutu Sandra jengkel juga karena sudah sempat kebingungan dengan hilangnya Naura. Sementara yang dicari2 malah sedang asyik2nya kencan dengan Presdir tajir itu.
” Bukan cuma kaya, Mr.San juga sangat tampan !” Ujar Kavita
” Aku bahagia, akhirnya dia jatuh cinta juga…. ” Sandra tersenyum. Dia pengen cepat2 ketemu Naura dan mengejeknya habis2an. Akhirnya Naura kini jatuh cinta juga, bahkan sama orang korea, yang dulu selalu diejeknya. Ga sabar rasanya Sandra ingin melihat gelagapannya Naura karena ketauan punya pacar orang Korea itu.
Saat mereka sedang ngobrol hp sandra bunyi, ternyata dari dr.Andreas

” Apa Korea menyenangkan? ”
” Iya dok, cuman… sayang tidak ada yang menemani jalan2….”
” dr.Naura?”
” Dia sibuk kencan dengan pembimbingnya ”
” Orang Korea?”
” Asli ”
” Hmmm kok bisa?”
” iya dok, saya juga tidak habis pikir. Lucu aja, dia kan paling anti sama Korea. ” Sandra tertawa kalo inget tingkah Naura yang anti banget ama Korea itu ” Kapan dokter mau kesini biar bisa jalan2 bareng…. ”
” Saya udah ada rencana juga, tapi masih ada jadwal yang harus saya selesaikan. Karena kau tidak ada, pekerjaanku jadi tambah banyak ” Terdengar Andreas tertawa kecil. Dan Effeknya luar biasa pada Sandra yang senyam senyum kegeeran  gitu
” Hmmm, saya segera pulang setelah selesai nonton konser idola saya, tidak sabar rasanya pengen segera melihatnya. ”
” Demam kpop ternyata tidak hanya melanda abege saja, hehehe ”
” Mulai deh ketularan Naura…” Sandra pura2 cemberut, ” Oia, dokter nelp saya ada apa? biasanya kan saya yang nelp dokter duluan ”
” Tu kan, hampir lupa saya. Saya tadi itu nelp dokter Naura mau mengabari kalau tim khusus itu sudah membuktikan kalau operasi itu tidak ada kesalahan sama sekali. dan orang tua korban itu mau tidak mau harus mencabut gugatannya. Dan dipastikan dokter Naura bisa kembali bekerja di RS. Tadi saya mencoba menelponnya, Tapi hpnya mati, jadi saya nelpon dokter Sandra ”
” hmmm… kirain dokter kangen sama saya….”
” Yang dikangenin mungkin sudah ada yang mengangeni….” Ucap Andreas ” Tolong disampaikan ya, pesan saya buat dokter Naura. saya harap dia masih berminat bekerja di RS”
” Oke dok, akan saya sampaikan kabar baik ini…. ”

*******************************************************************************

Paginya Naura nampak sudah berganti pakaian yang sengaja dibelikan San untuknya. Naura bermaksud langsung ke kelasnya dan tidak pulang dulu ke apartemen.
” Kenapa kau beli 2 baju? aku cuma butuh 1 saja ” Ucap Naura melihat San memberikan 1 lagi sebuah kotak baju merk designer terkenal ” 3 malam lagi kau akan menghadiri pesta ayahku sekaligus konser lounching albumnya Min Wu. Teman2mu semuanya ga sabar menunggu itu , datanglah bersama mereka. Dan pakailah baju yang cantik ”
” Hmmmm… oke, terima kasih. ” Sandra menerima kotak itu ” Kau pergi duluan, aku naik bis saja ”
” Kenapa tidak ikut denganku?”
” Kau sendiri yang bilang bakalan repot kalau ada yang tahu kita bersama….”
” Padahal aku berharap mereka tahu, sehingga tidak ada yang berani mendekatimu lagi. Kau menang atau tidak ga masalah kalo kau mau jadi menantu ayahku ” Ucap San tersenyum, seraya melambaikan tangan say good bye. Naura malah cemberut, meskipun gitu dia tetap membalas lambaian tangan San. Naura sudah tidak mau bertengkar dengan Presdir muda itu lagi, selain sudah bosan, dia melihat San begitu baik padanya. Selalu ada di saat dia sedang kesulitan ataupun sedang bersedih. Naura duduh di halte sambil memeluk kotak bajunya, dia menyalakan hpnya dan melihat beberapa pesan dari Sandra, Kavita, jugaaa Andreas ! Yes. Naura langsung berdebar2 ketika melihat nama Andreas. Tapi, tiba2 dia ingat akan Sandra. Naura langsung lemes lagi, dia menghapus pesan itu tanpa membacanya terlebih dahulu. Mulai tadi malam dia sudah memantapkan hatinya untuk mengubur dalam2 semua perasaan cintanya pada Andreas, dia akan merelakan Andreas jadi milik Sandra saja. Suasana di halte itu masih sepi karena baru sekitar jam 5 pagi. hanya ada beberapa mobil yang lalu lalang. Saat masih termenung menunggu bis, sebuah mobil menghampirinya, begitu kaca mobil terbuka dia melihat Kim melambai padanya. Naura yang duduk di halte sendirian celingak celinguk, masih berfikir kalo bukan dirinya yang dipanggil Kim.
” Aku memanggilmu nona dokter ” Kim berteriak, ” Masuk ”
Naura geleng2 menolak. Dia masih ingat dengan raut wajah seorang perempuan cantik di apartemen Kim

Kim keluar dari mobilnya, dia mengenakan kaca mata juga menutup kepalanya dengan hoodie jumpernya
” Ayo ikut denganku ” Ujarnya berdiri di depan Naura
” Aku tidak mau, lagi pula apa urusanmu mengajakku. Bukankah kau sudah punya kekasih? Kenapa masih menggoda gadis lain?”  Naura menatap Kim dengan sinis.
” Owh…. i see…. ” Tiba2 tanpa Naura duga, Kim meraih tubuhnya dan mencium bibir Naura. Sontak saja Naura terpaku tanpa bisa berkata apa2. Tubuhnya masih kaku dalam dekapan Kim. Dia masih terkesima mendapat serangan tiba2 dari pria tampan itu. Untung saja jalanan masih sepi. Namun bukan berarti tidak ada yang melihat, 2 orang gadis muda nampak memotret mereka, dan melihat itu Kim segera menarik tangan Naura agar segera naik ke mobil, setelah itu dia langsung tancap gas dan meninggalkan 2 gadis abege yang berteriak memanggil2nya. Naura sama sekali tidak mendengar teriakan kedua gadis yang mengejar mereka, dia masih shock dengan perbuatan Kim padanya.
” Kau tidak apa2 ? ” Kim meraih tangan Naura dengan tangan kanannya. Sementara tangan kirinya memegang kemudi. Naura melepaskan tangan Kim
” Tidakkah kau tahu kalau kami melakukan itu ketika saling suka ? ” Naura memandang Kim dengan pandangan marah
” Aku menyukaimu…. ” Ucap Kim santai sambil memelankan laju mobilnya ” Apa kau tidak menyukaiku ?”
” Kau sudah punya kekasih, bagaimana bisa dengan santainya kau bilang suka padaku bahkan berani2nya menciumku ! ”
” Aku tidak punya kekasih, dari mana kau dengar gosip itu? ”
” Aku mendengar darinya ”
” Jadi kalau sekarang kau dengar Presdir Han bilang mencintaiku kau akan menyebutku sebagai gay juga? ”
” Lalu dia siapa ? ”
” Suatu saat kau akan tahu sendiri, aku pikir dalam waktu dekat juga kau akan tahu dia ”
” Kenapa kau berani menciumku tanpa izin? ”
” Kau bilang hanya butuh saling suka? ”
” Bagaimana kau yakin aku menyukaimu ?!”
” Masih berani nyangkal…, kau cemburu kan? Apa itu tidak cukup membuktikan kalau kau menyukaiku? ” Kim mengacak2 poni Naura sambil tersenyum, Naura terdiam mendengar itu. Mukanya langsung merah karena kini Kim sudah mengetahui perasaannya.
” Ini bukan arah ke kelasku….. ” Naura mengalihkan pembicaraannya
” Kita liburan…. saatnya Jeju, again!”
” Apa??? Jeju lagi? aku harus masuk kelas, kau tidak bisa seenaknya menculikku begini ! ” Naura panik ” Turunkan aku disini…. ”
” Tenanglah…. aku sudah mendapat izin membawamu bolos. Presdir sudah memberikan izin kau libur 2 hari ”
” Kau….. ”
” Kau tahu, aku laki2 sejati yang suka menepati janji. Dulu aku berjanji akan menemanimu ke Teddy Bear, tp aku keburu ada urusan. Sekarang saatnya aku tunaikan janjiku…….. ” #OOOhhhhh bener2 cowok keren niiiiyyyyy, hehehehe

********************************************************************************

San baru saja selesai memberikan materi di kelas. Sebentar lagi dia menuju hotel untuk menjalankan tugasnya sebagai seorang Presdir. Saat berjalan menuju ke mobilnya, Kavita menghampirinya.
” Bukankah semalam dia bersama anda? kenapa hari ini tidak masuk lagi ? ”
” Aku memberinya tugas, dia baik2 saja kok. ” Ujar San yang mengerti akan kekhawatiran Kavita. Mereka terus berjalan berdampingan, Kavita masih penasaran sepertinya
” Bersama siapa dia kesana? kenapa ponselnya tidak bisa dihubungi?”
” Dia bersama orang yang ku percaya. Ada sesuatu yang harus dia selesaikan” Ucap San. Sesampainya di tempat parkir mereka bertemu Sandra yang sedang menunggu Kavita
” Hai… sudah lama menunggu?” Ucap Kavita melambai pada Sandra
” Baru 5 menit ”
” Oia, kenalkan ini dr.Sandra. Sahabat dokter Naura dari Indonesia. Dan Sandra, ini Mr.San, Presdir Star Hotel dan salah satu pembimbing kami disini ” Kavita mengenalkan keduanya
” Hallo, saya San, senang bertemu dengan anda ” San membungkukkan badannya pada Sandra, dan Sandra melakukan hal yang sama.
” Saya Sandra, maaf saya dengar semalam dokter Naura bersama anda. Kenapa sampai saat ini saya belum melihatnya. HPnya juga tidak bisa dihubungi ”
” Saya memberinya tugas, dia akan disana selama 2 hari. Anda tidak usah khawatir, saya pastikan dia aman ”
” Kalau boleh tahu, dia dimana sekarang? ”
” Dia  bersama orang yang ku percaya, anda tidak usah khawatir. Kalau boleh saya tahu, dalam rangka apa anda ke Korea?” Tanya San dengan ramah.
” Saya mau nonton konsernya Min Wu ” Sandra senyum
” Sudah punya tiketnya?”
” Kami baru mau berencana membelinya sekarang ”
” Saya masih ada 1 tiket VVIP, kalau anda mau bisa saya minta karyawan saya untuk mengantarkan buat anda, gratis ”
” Owhhh dengan senang hati, terima kasih Presdir” Sandra terlonjak kegirangan. VVIP berarti dia bisa melihat Min Wu lebih dekat lagi.
” Saya permisi dulu, semoga anda menikmati liburannya ” San membungkukkan badan lalu segera menuju ke mobilnya.
” waw… tampan sekali, jadi dia yang semalam sama Naura? ” Gumamnya, sementara Kavita hanya ngangguk2.
” Pantas saja dia jatuh cinta padanya, aku aja ga bakalan nolak dipacarin cowok kayak gitu ”
” Sayangnya dia sudah jatuh hati pada Naura….”

San yang dalam perjalanan ke kantor nampak melamun. Tiba2 timbul cemburu di hatinya ketika mengingat sekarang Naura sedang bersama Min Wu. San akhirnya dapat mengetahui dimana semalam Naura berada dari Min Wu yang memberinya informasi dengan syarat mengizinkan Naura menemani Min Wu liburan. San tak bisa menolak karena kekhawatirannya akan keberadaan Naura lebih besar ketimbang rasa cemburunya.

Sementara itu di Jakarta, Ibunya Naura kedatangan tamu yang ternyata dr.Andreas

” Bagini Tante, saya bakalan kedatangan temen2 kuliah saya dari Jerman. Mereka akan liburan disini selama 10 hari. semuanya ada 7 orang. Saya bermaksud menyewa 7 kamar di guest house ini, soalnya setahu saya disini tempatnya nyaman. Dan pelayanannya juga bagus ” Andreas nampak duduk di depan mejanya ibu Naura
” Untuk tanggal berapa ya? soalnya untuk beberapa hari ke depan guest house ini sudah full booked”
” Saya minta tante yang atur waktunya, begitu tante siap, sy sesuaikan dengan jadwal kedatangan mereka. Kalau bisa 2 bulan dari sekarang, tante ”
” Sepertinya bisa, Nak Andreas. tanggal 15-25 bisa tante sediakan kamarnya ”
” Sip kalo gitu, Tante. oh ya dr. Naura masih belum kembali dari Koreanya?”
” Sepertinya 2 bulan lagi dia baru kembali, apa kau merindukannya?” Goda ibunya Naura.
” Saya sih selalu merindukannya, tapi sayang selalu bertepuk sebelah tangan… ” Ucap Andreas sambil tersenyum ” Oia tante, maaf ni, mumpung orangnya jauh, saya mau tanya apa dr.Naura sudah ada yang punya? kalau belum ada, saya mau minta izin tante untuk mencoba dekat dengannya… ” Ujar Andreas dengan sedikit malu2
” Kalau hatinya belum berubah, sampai dia berangkat ke korea 2 bulan lalu, dia sebenarnya menaruh hati padamu, Nak Andreas. Bahkan dari dulu, Semenjak kalian masih SMP. Rasanya tante sudah berkhianat nih sama Naura ” Ibunya Naura tersenyum karena telah membeberkan rahasia anaknya pada orang yang disukainya itu
” Ah tante ni becanda saja, saya yang dari dulu naksir dr.Naura. Tapi saya segan untuk mendekatinya. sampai saya sudah jadi dokterpun saya masih takut pdkt dengannya. ” Andreas tersenyum, masih terbayang saat2 pertama kali dia melihat Naura. Seorang gadis cantik berwajah oriental yang suka diisengin teman2 sekelasnya. Meskipun sering diisengin Naura seorang anak yang tegar, dia tidak pernah menangis di depan orang. begitu sudah tak tahan baru dia lari ke belakang sekolah dan menangis sendirian disana. Andreas sering memergokinya bahkan dia selalu menjaga Naura agar tidak sampai kelihatan orang. Ketika ada temannya yang mau ke belakang kelas, Andreas mengalihkan mereka ke jalan lain agar tidak sampai melewati tempat Naura menangis.
” Hmmmm…. sepertinya kalian saling menyukai tanpa saling mengetahui kalo begini ceritanya…. ” Ujar ibu Naura. Dia tidak lantas memberi harapan lebih lanjut pada Andreas, karena ibu Naura merasa di Korea Naura bertemu seseorang yang spesial.
” Oke tante, semoga di Korea sana Naura tidak bertemu seseorang yang menarik hatinya ” Tiba2 Andreas mengingat pembicaraannya dengan Sandra yang mengatakan kalau Naura sedang berkencan dengan salah satu pembimbing di pelatihannya. ” Sepertinya saya harus menyusulnya agar tidak keduluan orang ….”

********************************************************************************

loading...

Post Comment