Love In Korea Part7

Sementara itu di Jeju Kim dan Naura ada di sebuah kampung nelayan, mereka nampak sedang berbicara dengan seorang pemilik pondok agar mereka bisa menginap disana. Ternyata yang tersisa cuma 1 kamar saja, berhubung sudah malam mereka pun menyetujui untuk memakai 1 kamar berdua.

” Kenapa kau lebih suka disini ? ” Kim nampak mengitari kamar itu dengan pandangannya. Kamar yang sangat sederhana dan jauh dari standarnya.
” Aku senang karena suasananya tidak bising. kau tidak perlu risau dengan janjimu, aku anggap kau sudah mengajakku ke Teddy Bear ” Naura meletakkan tas ranselnya di lantai. Hari itu mereka tidak jadi ke Museum Teddy Bear karena Naura malah pengen mencoba menyelam bersama para haenyeo. Kamar itu sungguh sederhana sekali, hanya ada sebuah meja, dan kasur yang digelar begitu saja. ondol kali yah namanya, hehehe. aku ga begitu ngerti pernak pernik korea soalnya  ” Aku akan berbagi kasur denganmu, tapi kau jangan mencoba macam2 ya. ingat, aku seorang karateka pemegang sabuk hitam. kalau berani menyentuhku, kau akan babak belur!” Naura mengancam Kim yang tersenyum geli melihat Naura yang melotot ke arahnya.
” Baik…. saya akan jadi pria manis yg tidur dengan manis disamping cewek manis ”
Kim langsung membuka coatnya dan duduk di kasur ” Mau kah kau ceritakan tentang dirimu padaku?” Kim menatap Naura. Pandangannya yang lembut itu menatap Naura dengan penuh cinta.
” Tidak ada yang menarik dariku, sebagian kisah hidupku kau sudah tahu. oia, sebentar lagi aku akan bertemu ayahku… ” Naura Selonjoran di lantai, dia mengeluarkan balsem dan mulai mengurut2 kakinya yang bekas kecelakaan sepeda itu. Setiap kelelahan, kakinya suka kambuh ngilunya. Melihat itu Kim menghampiri dan mengambil alih yang sedang Naura kerjakan. Dengan lembut dia memijat kaki Naura
” Itu bagus, dengarkan semua perkataannya, simpan dulu semua penghakimanmu sampai ceritanya selesai. Mungkin kau akan menemukan sebuah alasan besar yang bisa mengubah penilaianmu padanya ” Kim memberi saran
” itu yang membuatku takut…. Aku takut menyukainya. Aku takut memaafkannya. Sekian lama aku membencinya, setelah dia tak mempedulikan kehadiranku di dunia ini. Aku takut hanya dalam sekejap aku menyukainya dan melupakan semua kebencianku. ”
” Kau ingin aku menemanimu menemuinya… aku bersedia”
” terima kasih, tapi aku lebih baik menemuinya sendiri saja. Agar kau tak perlu melihat konyolnya aku. Kenapa kau begitu baik padaku? ” Naura menatap mesra ke arah Min Wu yang masih memijit kakinya
” Saat ini aku menyukaimu. Aku ingin melakukan semua yang ku bisa untuk membahagiakanmu. Karena aku tidak tahu esok akan bagaimana. Aku tidak bisa berjanji akan bisa bersamamu selamanya, tapi ketika aku bersamamu, aku ingin kau bahagia ”
” Sangat menarik ada yang bersedia membahagiakanmu meskipun cuma sesaat….” Naura tersenyum dan segera melepaskan tangan Kim dari kakinya ” Terima kasih, pijitanmu enak. sudah tidak ngilu lagi sekarang ”
” Tunggu sebentar…. ” Kim keluar dari kamar itu, tak lama kemudian dia membawa sebuah baskom berisi air hangat dan sebuah handuk. ” Kau tidak akan kuat kalau mandi, dingin sekali disini. Tidak ada shower air panas, hanya ada air hangat ini saja. Salah sendiri kenapa milih tinggal di habitat haenyeo…. ” Kim mencelupkan handuk itu ke air hangat dan setelah itu memerasnya lalu mendekati Naura ” Pejamkan matamu ” Lalu Kim melap wajah Naura dengan handuk hangat itu
” Hentikan, biar aku lakukan sendiri. seperti bayi saja kalau kau yang melakukannya…. ” Naura mengambil handuk itu dari tangan Kim. Dia melap muka dan juga tangannya.
” Oke nona, setelah itu tidurlah, bukankah kau besok mau menyelam? siapkan staminamu untuk bersaing dengan ibu2 haenyeo itu. Aku akan keluar sebentar untuk menyiapkan rencanamu besok ya… ” Kim keluar dari kamar, sementara Naura cuma mengangguk. Sepeninggalan Kim Naura meraba dadanya sendiri. Sampai umurnya yang kini sudah 25 tahun, baru kali ini dia punya pengalaman begitu dekat dengan seorang pria, bahkan ciuman pertamanya terjadi dengan seorang pria yang belum dikenal dekat olehnya itu. NAura malu sekali bila ingat kejadian tadi pagi sebelum mereka berangkat ke Jeju, Kim pasti menyadari kekakuannya. HUaaaaaa……..

Sekitar setengah jam kemudian Kim sudah kembali, dan dilihatnya Naura sudah tertidur di kasur. Kim melangkah pelan dan membetulkan selimut Naura. Dia berbaring miring di samping Naura dengan menyangga kepalanya memakai tangan, seperti seorang ibu sedang mengamati bayinya yang sedang tidur. ” Maafkan aku Naura. Beberapa hari lagi kau akan tahu siapa aku, dan saat itu aku sudah tidak mungkin lagi bisa dekat denganmu…. ” Ucapnya dalam hati. Kim mengusap pelan pipi Naura, takut kalau sampai dia terbangun.
Kim terus mengamati sosok gadis manis yang tertidur di sampingnya itu, Tiba2 dia terkejut tatkala Naura membuka matanya
” Tidurlah, jangan terus memandangi wajahku begitu. Aku kan ngantuuukkk ” Ujar Naura dengan senyum jahilnya. Rupanya dari tadi itu dia belum tertidur
” Aku pikir kau sudah tidur… ” Kim segera mengubah posisinya jd terlentang. Bibirnya manyun karena merasa dibodohi Naura
” Mana mungkin aku bisa tidur kalau kau masih berkeliaran gitu, aku waspada jangan sampai ada yang membiusku ketika aku tertidur…. ”
” Kenapa aku bisa menyukai gadis galak sepertimu…..” Kim menutup seluruh tubuhnya sampai ke kepala dengan selimut ” Selamat tidur nona dokter…..”
Melihat itu Naura segera menempatkan gulingnya di tengah2 sebagai pembatas dia dan Kim.

************************************************************************

Keesokan paginya sebelum fajar menyingsing Naura sudah bangun, dia nampak berjalan tanpa alas kaki menyusuri pantai. Kim sudah tidak ada ketika dia bangun tadi, Naura melihat beberapa ibu yang sudah berumur nampak memakai baju selam dan berjalan menuju pantai. Naura menghampiri salah satu dari mereka dan menyapanya. Nampaknya ibu2 itu tidak mengerti bahasa Naura. Dia hanya menunjuk ke arah laut.
” Dia mengajakmu untuk menyelam bersamanya…” Kim tiba2 sudah berdiri di samping Naura. Mengenakan tshirt putih dan celana selututnya. Rambutnya yang nampak tertiup angin pantai itu nampak semakin mempertampan wajahnya yang tidak lagi mengenakan masker itu. Sejenak Naura terpana melihat wajah Kim yang semakin lama semakin terasa tidak asing itu. Kim terdengar berbicara dalam bahasa Korea pada si ibu yang setelah itu nampak berpamitan pada mereka.
” Kau bilang apa padanya?”
” Hanya bilang kalau istriku harus sarapan dulu sebelum menyelam…..” Kim mengalungkan lengan kanannya ke bahu Naura dan mengajaknya jalan. Naura mendiamkan saja Kim melakukan itu. Jantungnya kembali berdebar kencang tatkala tubuhnya ada begitu dekat dengan KIm.
“Nanti mereka mengira aku istrimu beneran…. ”
” Tidak masalah, kau tidak mau jadi istriku?”
” Belum untuk saat ini ”
” Tapi kau menyukaiku kan, oia aku mau tanya. Pria seperti apa yang ingin kau jadikan sebagai teman hidupmu nanti ? ”
” Pria yang mencintaiku sepenuh hatinya dan tidak membiarkan wanita lain selain aku menyentuhnya ”
” Kalau begitu, seorang aktor tidak punya kesempatan untuk menjadi teman hidupmu? ”
” Mana tahan aku melihatnya bermesraan dengan lawan mainnya di film. Bisa mati muda aku kalo dibakar cemburu terus…”
” Hmmm…… bagaimana kalau seorang manager sepertiku? ”
” Mungkin masih ku pertimbangkan…. ” Cengir Naura
” Baru dipertimbangkan……. Ayo kita sarapan dulu, bukankah kau ingin mencoba menyelam? Mereka masuk ke pondoknya, dan disana si pemilik pondok sudah menyiapkan hidangan sarapan untuk mereka.

Selesai sarapan Naura melakukan pemanasan dengan lari2 kecil. lalu dia segera memakai kostum buat nyelam, beberapa ibu2 nampak akan ikut bersama mereka. Setelah itu mereka sama2 naik ke perahu menuju ke tempat yg strategis untuk menyelam” Kau benar2 bisa menyelam ? ” Kim membetulkan risleting baju selam Naura yang sedikit kurang pas itu.
” Tentu saja, kau sendiri tidak ikut? ”
” Aku jadi team rescue saja. Jangan menyelam terlalu lama, kau hanya memakai alat selam sederhana, dear….” Kim mengkhawatirkan Naura. Melihat semua perlengkapan itu bukanlah perlengkapan yang biasa dipakai oleh penyelam profesional, ini gaya menyelam ibu2 haenyeo yang biasa menangkap abalon dan kerang itu.
” aku akan baik2 saja” Naura tersenyum, Kim meraih tubuh Naura agar lebih mendekat padanya dan dia mengecup keningnya seperti orang yang mau ditinggal jauh saja.
” Hati2 ya…. ” Naura mengangguk. Daaaan mulailah Naura beraksi bersama 3 ibu2 itu. mereka menyelam bersama, kali ini Naura yang pertama muncuk ke permukaan tapi tidak membawa apa2. disusul oleh 2 ibu itu yang berhasil menangkap sebuah abalone. Kim menyaksikan keasyikan Naura dari atas perahu bersama bapak si pemilik pondok ” Istri anda hebat sekali tuan, bisa mengimbangi para penyelam profesional itu ” Ujar pemilik pondok
“Hmm,,,, ya dia memang hebat, saya saja baru tahu bakatnya selain menjadi seorang dokter” Kim tersenyum. Dia merasa nyaman dengan pilihan liburan Naura ini. Dimana orang disana sama sekali tidak mengenalinya. Sama dengan Naura yang tidak pernah menyadari siapa Kim sebenarnya. Namun bila ingat tujuan akhir dari liburan ini, Kim merasa dadanya sesak. Namun dia tidak punya pilihan lain. Semuanya demi kebaikan dia juga Naura. 10 menit berlalu tapi Naura belum muncul ke permukaan. Kim mulai gelisah dia segera berdiri dan matanya mengitari perairan sana siapa tahu Naura muncul agak jauh, tapi dia tidak melihatnya. ketiga ibu hanyeo sudah muncul ke permukaan berulang kali tapi Naura tidak kelihatan juga, Kim panik dan membuka bajunya dia segera meloncar ke laut dan mulai menyelam. beberapa menit kemudian dia muncul ke permukaan tapi Naura belum ada juga. Dia berteriak minta semuanya mencari, dia sendiri kembali menyelam. Tiba2 ada seseorang yang menariknya ke atas, begitu sampai permukaan dilihatnya Naura yang sudah melepas alat bantu selamnya itu tersenyum ” Kau bilang kau tidak akan menyelam… Kenapa malah terjun juga??? ” Teriak Naura. Kim langsung menarik Naura ke pantai, sesampainya di pantai dia langsung memeluk Naura dengan erat, Naura diam saja dalam pelukan Kim pelan2 tangannya balas memeluk Kim yang belum bicara apapun itu ” Kenapa kau lakukan itu padaku, aku mengkhawatirkanmu.” Kim melepas pelukannya, kedua telapak tangannya menempel di pipi Naura ” Kenapa kau menghilang barusan? kau tahu, jantungku seakan berhenti ! ” kIM membentak Naura dengan masih dipenuhi kekhawatiran itu
” Aku… aku sudah muncul di sebelah sana, tapi kau yang tidak ada, aku pikir kau yang menghilang….. ”
Kim menarik tubuh Naura dan mencium bibir gadis itu, kali ini long kiss sodara2#Huaaa cemburu nih, xixixixixi.” jangan membuatku ketakutan seperti itu lagi…… ” Bisik Kim sambil memeluk Naura erat. Dan kini Naura pun sudah benar2 merasakan jatuh cinta beneran pada sang manager itu.

Tak berapa lama nampak mereka sudah di mobil dalam perjalanan kembali ke seoul. Kim memutuskan untuk pulang saja dan menghentikan menyelamnya. Dia khawatir Naura akan menghilang lagi seperti tadi
” Kau tahu kan aku menyukaimu….” Kim bicara seraya melirik Naura di sampingnya
” Hmm…”
” Tapi aku sungguh2 tak bisa mencintaimu seperti orang2. Demi kebaikan kita, kita akhiri semua ini….. ” Ucap Kim pelan, Naura masih diam tidak menjawab. Dia masih belum mengerti arah pembicaraan Kim ” Ini memang tiba2, tapi aku sudah memikirkan ini sebelum kita berangkat ke Jeju. Aku ingin memberimu kenangan indah sebelum aku pergi dari hidupmu….”
Kini Naura sudah mulai mengerti ke arah mana Kim bicara.
” Lalu? ”
” Kalau suatu saat kau melihatku seperti tak mengenalimu, maafkanlah aku. Kalau suatu saat kau bicara padaku dan aku seperti tak mendengarmu, maafkanlah aku. Dan ketika suatu saat kau menangis dan aku tidak menghapus air matamu, maafkanlah aku ” Naura masih diam namun dari ujung matanya nampak mulai menetes butiran2 bening yang terus mengalir di pipinya. Melihat itu Kim meminggirkan mobilnya di tempat yang nampak sepi. Dia menghapus air mata Naura dengan ujung jarinya ” Aku tak akan pernah melupakanmu, hanya aku benar2 tidak bisa memilikimu… Kau tak akan sanggup mencintaiku. Karena aku akan banyak melukai perasaanmu….”
” Sekejam apa kau akan melukai hatiku. Sampai kau berfikir aku tidak akan sanggup menanggungnya?”
” Suatu hari kau akan mengerti. Bukan karena ketidakmampuanmu menanggungnya, tapi aku yang tidak berdaya mencintaimu…. Aku memang pengecut, mengakui cinta tapi tidak berani mencintai. Tapi aku yakin kau akan megerti….”
” Kau tidak akan menemuiku lagi ? ” Naura menatap Nanar pada Kim. Hatinya benar2 hancur berkeping2.
” Kita akan bertemu lagi ”
” Jalankan mobilnya, aku ingin pulang ” Ucap Naura dengan suara yang parau. Kim kembali menjalankan mobilnya. Mereka saling diam selama perjalanan itu. Kali ini mereka sama2 merasa perjalanan ini lebih panjang ketimbang waktu mereka berangkat. Naura masih diliputi beribu pertanyaan dengan sikap Kim itu. NAura menduga kalau Kim sebenarnya sudah memiliki istri sehingga dia tidak mungkin untuk memiliki Naura. Yah Naura kini mengerti. Apa yang terjadi pada ibunya terjadi juga padanya. Dimana sama2 jatuh cinta pada seorang pria Korea beristri.
” Apa kau sudah beristri?”
” Mmm aku… bukan itu….” Kim gugup ditanya demikian
” Kau melakukan yang terbaik…. keluargamu memang yang harusnya kau pilih. Kadang selama berumah tangga itu kata orang2 yang berpengalaman ada kalanya jenuh sehingga nyari perhatian di luar, tidak salah kalau kau jatuh hati padaku. Dan keputusanmu untuk mengakhiri semua ini adalah yang terbaik untuk kita. Terima kasih telah memberiku sebuah kenangan indah yang tak akan ku lupakan sepanjang hidupku. Kau merubah hari2 yang ku benci di Korea ini menjadi hari2 yang menyenangkan, itu sungguh sebuah cinta yang begitu indah meskipun kita tidak bisa bersama ” Ucap Naura dengan berusaha setegar mungkin bicaranya. Dia tahu hatinya sakit, tapi dia yakin waktu akan mengobatinya dan memulihkan dengan lebih baik lagi. Kim yang mendengar itu sempat terkejut, dia tidak menduga kalau Naura akan mengiranya melakukan itu karena Kim sudah beristeri, Namun dia tidak lantas menyangkalnya demi melihat Naura lebih nyaman dengan dugaannya itu.
” Maafkan aku Naura-ssi……. ” Kim mengganggam jemari Naura.

Sementara itu Kavita dan Sandra baru pulang jalan2. Mereka nampak sedang makan di sebuah kafe dekat apartemen. Mereka heboh karena ada netizen yang mengupload Min Wu sedang mencium seorang cewek. Di foto itu terlihat Min Wu mengenakan kacamata dan memakai jumper yang menutupi kepalanya. Dia memeluk seorang perempuan yang mengenakan jeans dan coat putih.

” Dari perawakannya itu bener Min Wu ya? tapi siapa ceweknya itu ? ” Kavita terus melihat hpnya yang ada foto Min Wu bersama cewek yang tidak jelas kaliatan mukanya itu” Kenapa aku seperti mengenalnya yaa ” Sandra berguman sambil mikir, mulutnya yang separo penuh dengan roti itu tambah manyun melihat idola mereka yang ternyata sudah punya kekasih itu. Bagaimana ga dibilang kekasih, Min Wu begitu erat memeluknya dan juga berani menciumnya.
” Kita tunggu konfirmasinya saja. Mudah2an bukan. Ga relaaaaa kalo dia udah punya pacar, hiks…”
” Heh, coba kalau Naura juga suka sama Min Wu. Kita kan besok bisa seru nonton konsernya” Sandra menyuapkan potongan terakhir rotinya, dia segera mengambil semua tas belanjaannya bersiap untuk kembali ke apartemen. Mereka baru saja memborong gaun buat nonton konser besok. mereka dapet tiket VVIP jadi harus menyiapkan penampilan seyahut mungkin
“Kemana juga thu anak menghilang begitu. Ditelp ga bisa, ga ada kabar juga. Jangan2 dia bersenang2 dengan Presdir San lagi” Kavita mengikuti sahabat barunya itu keluar dari kafe, mereka segera menyeberang dan masuk ke basement untuk ke lift di lantai 4. Namun saat mereka berjalan, tiba2 mereka melihat sebuah mobil masuk. mereka melihat Naura ada di dalamnya bersama seorang pria bertopi dan mengenakan kacamata.

Sandra menarik Kavita ke balik tiang agar mereka tidak sampai terlihat Naura dan pria itu.
Sementara itu Naura Nampak bersiap untuk turun dari mobil Kim. ” Terima kasih untuk liburannya. Aku akan mengikuti maumu. Saat kita bertemu aku akan berpura2 tidak mengenalmu, saat kau melihatku aku tidak akan balik memandangmu. Saat kau bicara padaku, akan ku alihkan pandanganku seakan kau tak bicara apapun padaku….. ” Naura bermaksud membuka pintu mobil tapi Kim mencegahnya dengan memegang tangan Naura
” Maafkan aku… ”
Naura tidak menjawab, dia melepaskan tangan Kim dan segera turun, dengan langkah cepat dia menuju lift. Baru beberapa langkah Kim memanggilnya, dia nampak turun dari mobilnya dengan membawa kotak baju Naura.
” Gaunmu ketinggalan…. ” Kim menyerahkan kotak baju itu. Naura menerimanya seraya berterima kasih. Begitu Naura berbalik untuk menuju lift, Kim menarik Naura ke pelukannya. Naura tersentak kaget dan hanya bisa diam membeku dalam pelukan Kim, air matanya kembali menetes. Dia buru2 melepaskan pelukan Kim dan berlari ke lift. Seperti biasa, Naura tidak mau menangis di depan siapapun. Meskipun hatinya terluka dia ingin cukup dia yang menanggungnya. Kim kembali ke mobilnya, dia nampak frustasi. Sejenak dia nampak menyandarkan kepalanya ke jok dengan mata terpejam. Lalu dia mengambil hpnya dan menghubungi seseorang

” Aku sudah melakukannya sesuai kemauanmu ”
” Apa dia menangis ? ” Terdengar suara di seberang sana
” Tentu saja, dan aku tidak akan memaafkanmu kalau sampai dia berbuat nekat karena sakit hatinya ! ”
” Dia lebih tabah dari yang kau lihat. Sebelum cintanya terlalu dalam, lebih baik akhiri sekarang. Agar dia lebih mudah untuk menata hatinya kembali ” Orang itu menutup telponnya. Dan Min Wu segera tancap gas dari basement melewati Kavita dan Sandra yang ternganga melihat sosok di belakang kemudi itu

” Kaa… kau melihatnya?! ” Ujar Sandra mencubit Kavita
” Oh Tuhan.. tidak mungkin ini….” Kavita geleng2 kepala, dia segera berlari ke lift diikuti Sandra ” Kita introgasi Naura!” Keduanya dengan tak sabar naik ke lift. Mereka nampak gusar melihat kejadian barusan. keduanya berlari masuk ke kamar Naura, dan yang pertama dilihatnya adalah sesosok Naura yang nampak meringkuk di kasurnya dalam keadaan menangis. Mereka berdua hanya diam mematung dan saling lirik, Sandra yang lebih dulu mendekati Naura. Dia duduk di pinggir ranjang sambil membelai punggung sahabatnya itu. Menyadari ada Sandra, Naura bangun dan memeluk erat sahabatnya itu, dia masih menangis tanpa berkata apa2. Kavita ikut menghampiri dan memeluk keduanya. Setelah tangisan reda, Sandra melepaskan pelukan Naura dan mengambilkan tisu buatnya ” Apa yang terjadi Ra…. ”
” Gw patah hati…. baru saja jatuh cinta gw sudah langsung harus patah hati….. ” Naura kembali menangis
” Siapa dia….? Yang bersamamu tadi kah pelakunya? ” Tanya Sandra dan Naura hanya mengangguk. Mereka kembali terdiam, hanya suara isak tangis Naura yang terdengar. Sandra yang lebih mengenal Naura juga terpaksa memendam dulu rasa penasarannya tentang identitas pria tadi itu. Dia memberi waktu kepada sahabatnya itu untuk menangis dan melepaskan semua beban di hatinya. Baru saat jam makan malam dia berani menanyakannya karena melihat Naura sudah sedikit baik keadaannya. Tidak ada air mata lagi yang mengalir di pipinya. Mereka nampak makan malam di kafe depan apartemen

” Namanya Kim, dia seorang manager ” Naura menjawab pertanyaan Sandra dan Kavita yang nampaknya begitu penasaran dengan identitas pria itu ” Dia baik, perhatian, aku mengenalnya ketika 3 hari aku berada di korea ” Ucap Naura dengan pandangan tertuju ke gelas kopinya yang masih dia aduk2. Naura sengaja hanya memesan kopi saja untuk makan malamnya, selera makannya benar2 hilang dengan semua kejadian itu
” Apa dia juga yang kecelakaan bersamamu di Jeju waktu itu? ” Tanya Kavita, dan Naura hanya mengangguk.
” Kenapa lo harus patah hati ? ”
” Dia dah punya bini ”
” OMG…. sudah punya bini masih aja deketin lo? Brengsek !” Ujar Sandra
” Mmmm kami melihat waktu kau pulang bersamanya. Kami sempat terkejut karena dia mirip sekali dengan Min Wu…. ” Ujar Kavita
” Yang ada di otak kalian berdua kan memang Min Wu, tiap liat cowok tampan kliatannya pasti seperti idola kalian itu ! ” Gerutu Naura
” Tapi gw bener2 ngeliat dia kayak Min Wu lho ” Sandra mendukung Kavita. Dan itu membuat Naura tertawa, Tawanya yang lepas sejak kemaren.
” Kalian bener2 udah pada dicuci otaknya ama artis2 kpop itu, Paraaahhhh!!!!”
” Eh, daripada patah hati berlarut2, meding besok kita senang2 ya di konsernya Min Wu. lo harus Move On, dear! patah hati cuman untuk orang lemah aja. Kita ini Generasi tangguh, hidup itu untuk dibikin happy ! ” Sandra mengacungkan lengannya mirip gaya popaye pas lagi nunjukkin ototnya…
” Siapa takuuutttt !!! ” Naura dan kavita mengikuti gaya Sandra. Yah, Naura tetaplah Naura. sesedih apapun dia selalu ingin kelihatan bahagia di depan teman2nya.

 

loading...

Post Comment