everland

Naura sudah keluar dari RS, dia kembali menjalankan rutinitasnya. Namun terlihat kalau dia lebih sering menyendiri. Dia sering minta izin pada San untuk tidur di kelas dengan alasan ingin konsen belajar. Dia juga sudah tidak lagi bekerja sebagai dokter pribadi komisaris karena kondisi komisaris sudah membaik.

5 peserta sudah tereliminasi dari pelatihan itu. Naura masuk dalam 15 besar, begitu juga dengan Kavita. Malam itu ke 15 peserta nampak sedang pada kumpul2 di ruang bersama apartemen. Cuman Naura dan Kavita yg jenis kelaminnya perempuan. 13 lainnya laki2. Mereka nampak ngobrol dengan ceria sambil membicarakan proses eliminasi yang sudah sejam lalu itu.

” Kalau saja Naura tidak lolos di test ginseng itu. Aku yakin dia yang tereliminasi ” Andrew yang dari Australia itu mengerling jahil pada Naura yang duduk meluk lutut di sofanya
” Aku Tidak rela kalau harus Naura yg hilang ” Simon peserta dari Vietnam mengomentari ocehan sahabatnya itu
” Untung dia seorang dokter. Profesi aslinya sudah menyelamatkan dia dari bencana eliminasi ” Huang dari China ikut menimpali,
” Kita akan kesulitan kalo Naura di eliminasi, sapa lagi yang akan ngasi pengobatan cepat kalo kita lagi ga enak badan…” Hamid yang dari Malaysia ikut membela Naura.
” Aku juga ga rela kalau Naura yang dieliminasi. Naura kan cantik ” Jimmy yang dari thailand ikut menimpali yang langsung disambut hhuuuuuuu oleh rekan2nya itu.
” Eh iya, aku naksir dia. cuman sayang dia udah ditaksir Song Min Wu…..” kembali Jimmy diteriaki hhhuuuuuu. Sementara Naura hanya diam saja sambil terus ngunyah rumput laut panggang cemilannya itu. Sesaat hatinya berdegup kencang ketika mendengar nama itu. Nama yang sedang berusaha dia lupakan. Tak seorang pun yang mengetahui perasaan Naura saat ini, tak terkecuali Kavita yang merupakan teman sekamarnya. Hanya San yang tau masalah itu. San lah yang mengetahui sehancur apa hati Naura, dan sesakit apa perasaannya.

Sementara itu di sebuah lapangan basket indoor, Min Wu nampak sedang berdiri di dekat tiang ring, sepertinya dia sedang menunggu seseorang. Dan benar saja, seorang pria yang ternyata San menghampiri. Sungguh mengejutkan dan tanpa Min Wu duga, San melayangkan tinjunya ke muka MIn Wu yg kontan saja terhuyung ke belakang sambil memegangi bibirnya yg berdarah.
” Apa yang kau lakukan?!!!” Min Wu menatap marah pada San
” Aku yang seharusnya bertanya demikian !!! Apa yang kau lakukan padanya???KAu memintanya dariku dan kau kembalikan dia dalam keadaan sedih setengah mati!!!!” San mendorong dada Min Wu yang kali ini langsung ditangkis dengan sigap oleh MIn Wu.
” Jangan bersandiwara di depanku. Kau yang menginginkan itu dan sengaja menggunakan kekuasaan ayahmu, dasar pengecut!! Tidak bisakah kau bersaing dengan sehat kalau memang benar2 menyukainya? ”
” Apa yang kau katakan !? ” San terkejut mendengar itu
” TAnya saja ayahmu, Aku muak dengan permainan kalian ” Min Wu balik kanan dan keluar dari lapangan menuju ke mobilnya sambil menyeka darah yang keluar dari bibirnya itu.

Min Wu langsung tancap gas menuju apartemennya, dan tak lama kemudian San juga nampak menuju ke rumah komisaris Han. Begitu sampai di rumahnya San turun dan membanting pintu mobil dengan keras, dia langsung menuju ruang kerja ayahnya. Semua pelayan nampak kaget melihat San datang dengan wajah marah seperti itu. BAru kali ini sang Presdir ganteng itu terlihat marah besar.

” Katakan padaku, apa yang ayah perintahkan pada Song Min Wu????” Tanya San to the point begitu melihat ayahnya nampak sedang duduk sambil memegang cerutu.
” Bicara yang baik, duduklah dulu…. ” Komisaris nampaknya sudah mengerti pembicaraan putranya itu.
San menurut dia duduk di depan ayahnya meskipun dengan muka masam
” Kenapa ayah turut campur dalam kehidupan pribadi Song Min Wu?”
” Dia artis di managementku, aku berhak mengatur kehidupannya. Aku keluar banyak uang untuk membuatnya terkenal. Dan kau fikir aku akan membiarkannya hancur karena dia jatuh cinta pada peserta pendidikan itu? ow ow ow…. tak akan ku biarkan! ” Komisaris Han mengibaskan tangannya depan muka sambil mendengus.
” DAn ayah hanya memikirkan artis ayah itu, tanpa memikirkan perasaan yang lainnya…”
” Perasaan siapa yang kau bicarakan disini? ”
” JAngan pura2 bodoh, aku bicara tentang Dr.Naura. Betapa dalamnya luka yang dia rasakan sekarang, dan semua itu karenamu !!”
” Itu yang terbaik buat dia… ”
” Ayah salah… Aku tak akan membiarkannya ”
” Apa hakmu melakukan itu ??!”
” Aku mencintainya, dan aku akan berusaha membuatnya bahagia ” San berdiri dan meninggalkan ayahnya yang nampak terkejut mendengar pengakuan putranya itu. Dia nampak meremas cerutu di tangannya sampe ringsek ga berbentuk.

***************************************************

Di apartemennya Min Wu nampak sedang mengompres pipinya dengan es batu. Ny. Ji yang biasa bersih2 apartemen Min Wu nampak ada disana. Perempuan separuh baya itu khawatir melihat keadaan tuannya yang meringis2 nahan sakit.

” Apa perlu saya panggilkan dokter tuan? ”
” Tidak perlu, bi ” Min Wu kembali meringis, rupanya pukulan San itu lumayan keras juga. ” Kalau Manager Choi nelp, bilang aku tidak pulang kesini. Aku sedang tidak mau diganggu ” Min Wu ngeloyor ke kamarnya.
” Baik, Tuan…”
BAru saja Min Wu masuk ke kamarnya, bel berbunyi. Ny Ji yg dipesan Min Wu segera melihat ke kamera, dan dilihatnya Manager choi di depan pintu, Ny. Ji segera membuka pintu dan mengatakan kalau Min Wu tidak disana. Tapi Mr.Choi tau kalau Min Wu ada, dia langsung nyerobot masuk dan mengetuk kamar Min Wu. Dia tidak percaya dengan kata2 Ny.Ji.
Dan akhirnya Min Wu keluar mendengar keributan depan kamarnya

” Heh, tidak bisakah kau memberiku waktu untuk menyendiri ??! ” Min Wu ngeloyor ke sofa dan selonjoran disana.
” Kenapa?? kau sedang patah hati ?? Kenapa juga dengan bibirmu? siapa yang menciummu sedahsyat itu ??? ” Mr. Choi mendekatkan mukanya ke wajah Min Wu seolah2 ingin menegaskan penglihatannya pada bibir Min Wu yg terlihat sedikit bengkak itu. Min Wu mendorong jidat Mr.Choi agar menjauh dari mukanya
” Ada apa kau tergesa2 kemari ?? ”
” Kau tidak buka emailmu?”
” Tidak, ada apa ? ”
Mr.Choi menyerahkan tabletnya, Min Wu menerimanya dan membaca email yang sudah dibukakan Mr.Choi itu

” Kak Yoon ada di Korea… ” Min Wu nampak gelisah, dia tahu kakaknya itu adalah buronan papa mama nya, dia yang diharapkan akan melanjutkan perusahaan orang tua mereka di Amerika. Namun Yoon Wu malah kabur dari rumah dan selalu berpindah negara. Dan setiap kali kakaknya kehabisan uang selalu datang ke KOrea untuk menemui Min Wu, sering kali Min Wu menolak memberinya uang namun kakaknya itu selalu berjanji akan segera menemui orang tua mereka kalau Min Wu mau memberinya uang.

” Kenapa dia tidak datang kesini seperti biasanya? tidak kah kau curiga kalau ada sesuatu yang aneh? ”
” Dia memang aneh, besok aku akan menemuinya. Kau ikut denganku… ” min Wu beranjak menuju kamar. Tp kemudian dia berbalik lagi ” Mmm… kau sudah liat keadaannya? ” Tanya Min Wu
” dokter cantik itu?”
” Naura namanya ” Min Wu sedikit jengkel.
” Dia sudah keluar dari RS dan masuk pelatihan lagi. Tp menurut presdir San kondisi hatinya masih porak poranda. Kau keterlaluan padanya….”
Min Wu diam tanpa sepatah katapun. Pandangannya kosong menatap kluar jendela apartemennya itu. Dia beranjak dari duduknya dan langsung menelpon seseorang.

Malam itu di kelas, Naura nampak sedang sibuk mencatat beberapa pelajaran yang ketinggalan beberapa hari ini. Satpam baru saja mengantar kopi, sekotak kimbab tuna, odeng, dan tteokboki yang dipesankan San untuknya. Dia sudah minta izin San untuk tidur di ruangan kelas.
Tiba2 terdengar suara langkah kaki memasuki kelas. Naura kira itu San yang emang janji mau menemaninya belajar. Namun yg datang ternyata pria bertopi bisbol dan mengenakan sweater hitam. Di tangannya membawa sebuket mawar putih.
” Mau berdamai denganku ? ”
Ucapnya seraya duduk di depannya Naura. Pelan2 dia membuka topinya dan meletakan buket mawar itu di meja. Naura memalingkan mukanya ga mau membalas tatapan pria itu. Dia meletakan pulpen yang batusan dipakai mencatat ” ikutlah denganku. Kalau dalam 1 jam kau tidak suka, kau boleh selamanya membenciku. Tp kalau kau suka, maafkanlah aku…”
” Jangan datang lg di hadapanku. Aku tidak mau berurusan denganmu lagi” Naura menatap tajam wajah Mjn Wu dengan pandangan yang dibikin sesadis mungkin.
” Untuk sekali ini aku mohon, ikutlah denganku. Aku berjanji ga akan menemuimu lg kalau kau tidak happy…”
” TIDAK MAU !!!” Ucap Naura bersikeras.
” Baiklah… kau sepertinya memaksaku untuk menjadi penjahat.” Min Wu tiba2 mengangkat tubuh Naura yang mungil itu dan dibawanya keluar. Naura berontak dan menjerit tp tidak Min Wu hiraukan. Dia tetap membawa Naura ke mobilnya. ” Tolong kau bereskan barang2nya ya ” ucap Min Wu pada satpam yg nampak tersenyum melihat mereka berdua
” siap boss “.
” dasar cowok brengsek, kurang adab, sok kecakepan, awas lu ya gw suruh mak lampir nelen lo idup2 ” maki Naura dalam bahasa Indonesia begitu Min Wu selesai memasangkan sabuk pengamannya.
” Terima kasih atas pujiannya. aku memang tampan, menarik, gagah, dan sangat romantis. Betul?” Ucap Min Wu tertawa sambil mulai menjalankan mobilnya. ” jangan teriak lagi atau aku akan mencium mu tanpa henti…”
Naura diam diancam demikian. Tapi mukanya masih kelihatan kalau dia marah besar”
Ternyata Min Wu membawanya ke Namsan Tower. Tempat itu sepi tanpa seorangpun. Namun sekelilingnya dipenuhi balon2 merah yang bertuliskan ” I Love U Naura”. Lampion2 berbentuk love bertebaran dimana2. Kelopak mawar memenuhi jalanan yang mereka lewati.
Naura benar2 dibuat takjub dengan semua itu. Dia mengelilingkan pandangannya ke semua persembahan Min Wu itu.
” ini untukmu… kau menyukainya ? ” tanya Min Wu sambil meraih tangan Naura dan mengajaknya berjalan memasuki N tower. Naura menganggung sambil tersenyum manis
” indah sekali…” puji Naura.
” Tapi lebih indah lagi senyumanmu, Naura ” Min Wu menatap mesra
Mereka sampai di puncak tower dan sama2 menyaksikan gemerlapnya Seoul di waktu malam dari ketinggian.
” Dalam rangka apa kau memberikan semua ini? ” Tanya Naura penasaran. Dia tidak mau geer dan menduga2 lebih jauh. Sudah sekali dia kecewa dengan harapan yang begitu indah yg pernah dibayangkannya.
” Awalnya aku benar2 hanya ingin menjadikanmu bagian dari riset peranku. Tapi kepolosanmu benar2 membuatku jatuh hati padamu, Naura. ” Min Wu menarik nafas panjang sambil mengusap2 jemari Naura yang ada di genggamannya itu. Mereka berdiri berdampingan sama2 mengarahkan pandangannya ke hamparan kota Seoul. ” Seperti yang ku katakan, aku begitu tak berdaya untuk mencintaimu dengan baik. Bukan karena aku beristri seperti dugaanmu dl. Aku ini seorang aktor yang kehidupannya ga lepas dari sorot media. Aku seakan ga bisa punya kehidupan pribadi. Semuanya selalu jadi konsumsi publik. Kadang apa yang aku tunjukan penuh kepura2an. Aku selalu tersenyum ketika di hadapan publik, atau menjalin hubungan cinta dengan lawan mainku, bahkan peristiwa kecilpun sengaja dibesar2kan. Semata untuk sebuah pencitraan publik. Padahal kenyataannya tidaklah seperti itu. Dulu aku menikmati setiap disetting menjalin hubungan dengan lawan mainku. Popularitasku naik, rating acaraku juga naik. Tp di kehidupan nyata aku tidaklah punya hubungan cinta seindah dramaku. Sejak mengenalmu, aku baru merasakan cinta yang sebenarnya. Emosi yang begitu nyata. Aku cemburu pada Presdir San, aku juga kerap tidak bisa tidur karena merindukanmu. Benar2 menakjubkan. Tapi aku tahu, kau bukan dari duniaku. Aku tidak yakin bisa menjaga hatimu Naura. Bahkan aku tidak bisa mengakuimu di hadapan semua orang kalau kau itu milikku….” Kali ini Min Wu menatap Naura yang masih terdiam. Kedua tangannya memegang bahu Naura. ” Maafkan aku untuk semua perasaan ini Naura…. ” Min Wu menarik Naura ke pelukannya. Naura terdiam dalam pelukan Min Wu. Dia menyadari betul ketidakberdayaan pria itu. Dan tanpa Naura ketahui, dari sudut mata Min Wu menetes 2 bening butiran air matanya yg segera dia usap.
” Kita jalani pelan2 saja. Tidak usah berkomitmen dl….” ucap Naura akhirnya. ” Kau jalani hari2mu, peranmu, dan semua yg berkaitan dengan duniamu. Tapi ketika kau ingin kehidupan pribadimu, kita bisa jalani bersama….”
” Itu akan melukaimu….”
” Aku akan belajar untuk tidak terluka ”
Ucap Naura pelan
” Dan aku akan belajar untuk tidak melukaimu…”
Keduanya berpelukan. Tuntas sudah problema mereka yang selama ini membebani mereka.
” Hey.. aku bawa ini ” Min wu menunjukan sebuah gembok yang ada tulisan Min Wu ♡ Naura. ” ayo kita pasang ” diajaknya Naura ke pagar yang sudah dihiasi ribuan gembok cinta itu. Dia memasangkan gemboknya.
” Kau percaya itu ? ” Tanya Naura nyengir melihat klakuan Min Wu
” aku hanya percaya cintaku padamu ” balas Min Wu ” ayo kita buang kunci ini sama2 ” Diletakannya kunci gembok itu ditangan Naura. Lalu bersama2 mereka membuang kunci itu ” Awas kalau kau masih bergenit2 dengan presdir San ” Min Wu mencolek hidung Naura.
” Dan aku tidak bisa mengancam kau begitu…fiuh…ga adil ” Naura pura2 cemberut
” tunggu sampai saatnya kau bisa melakukan itu ” cengir Min Wu. ” Ayo kita kiat Teddy Bear. Bukankan waktu dj Jeju kita gagal. Sekarang kita lihat yang disini saja…”
Mereka berdua turun ke museum Teddy Bear. Suasana benar2 sepi. Rupanya Min Wu sudah menyewa tempat itu benar2 untuk mereka berdua. Seperti layaknya sepasang kekasih yang lagi dimabuk cinta, mereka berjalan berdua sambil berpegangan tangan.
” kalau suatu saat aku di hadapanmu dan seperti tak mengenalmu, bukan berarti aku sudah tidak mencintaimu lg. Kalau suatu hari aku seperti menyakitimu, yakinkan hatimu kalau aku tidak dengan suka cita melakukan itu. Itu aku sedang berada di duniaku. Kalau suatu saat aku tiba2 kembali setelah kau kira aku telah melukai hatimu, tolong jangan pernah tolak aku. Karena ketika kau tak sanggup bertahan dengan semua itu, aku akan tinggalkan duniaku untukmu…”

***************************************************************************************

Pagi itu Naura nampak Minta izin pada San untuk membatalkan janji sarapan bareng, dia bilang akan menemui seseorang yang penting dalam hidupnya. Dan San pun mengizinkan dengan syarat Naura akan memberitahu orang penting itu setelah Naura menemuinya.

Ya, Hari ini Naura diberitahu ibunya untuk datang ke sebuah restoran. Disana ayahnya akan menunggu. Sejak semalam Naura tidak bisa tidur, dia membayangkan seperti apa rupa ayahnya itu. Ada perasaan takut, marah, kangen, dan berbagai perasaan lagi bergabung menjadi satu. Ajakan kencan Min Wu semalam telah memberinya semangat hidup lg. Meskipun mereka tidak menyatakan resmi pacaran, tapi mereka sama2 tahu kalau mereka saling mencintai. Ingin rasanya dia mengajak seseorang ketika bertemu dengan ayahnya nanti, untuk sekedar menopangnya kalau2 dia pingsan ketika melihat ayahnya nanti, tapi orang yang sekiranya akan menguatkannya itu sudah tak mungkin diajaknya lagi. Tak mungkin sekarang dia untuk mengajak Min Wu, satu2nya orang yang pernah dia ceritakan mengenai ayahnya. Min Wu bukan Kim. Min Wu seorang idola yang tidak bisa diajak dia semaunya. Akhirnya dia mulai menjalankan mobilnya menuju restoran yang diberitahu ibunya.

Di waktu yang sama Min Wu nampak sedang masuk ke sebuah kamar hotel, disana nampak Yoon sedang duduk bersama seorang pria.

” Oh jadi ini adikmu yang seorang aktor ternama itu. ” Pria yang tidak Min Wu kenal itu nampak memandangnya dengan pandangan yang tidak sopan. Min Wu mengacuhkannya dan memandang kakaknya dengan tajam penuh keingin tahuan

” Ada apa sebenarnya Kak ? ”
” Aku pinjam uangmu ”
” Untuk Apa ? dan siapa orang tidak sopan yang bersamamu itu ? ”
” Dia berhutang padaku, kau yang harus membayarnya. Kalau kau tidak mau aku akan membunuhnya tepat di depan mata kepalamu hei aktor sombong ! ” Pria itu mengeluarkan pistol dari balik bajunya, dan mengusap2nya .
” Kenapa pistol mainan kau bawa2 kesini? ” Min Wu mencibir
” Tidak usah banyak ngomong, bayar dulu hutang kakakmu yang brengsek itu !”
” Mendengar itu tanpa ayal Min Wu melayangkan tinjunya ke muka pria itu sampe terjungkal dari duduknya, Min Wu tidak terima kalau kakaknya dibilang brengsek. Namun sial, pria itu menembakkan pistilnya dan tepat mengenai bahu Min Wi yang langsung ambruk. Melihat itu Yoon langsung menerjang pria itu dan berhasil merebut pistolnya, malihat pistolnya berhasil pindah tangan si pria itu langsung lari. Bersamaan dengan itu Mr.Choi masuk dan shock melihat Min Wu terkapar dengan bahu berlumuran darah. Sementara Yoon nampak berdiri kaku dengan pistol di tangannya.
” A.. apa yang kau lakukan padanya !? ” Mr.Choi membentak Yoon dan segera meraih tubuh Min Wu
” Bu… bukan aku… ” Yoon segera tersadar dan melempar pistolnya ke lantai. Dia langsung ikut meraih tubuh Min Wu. Dia nampak khawatir melihat adiknya berlumuran darah begitu
” Jangan bawa aku ke RS, akan runyam urusannya. Telp Dr.Naura. dia bisa menolongku….. ” Ucap Min Wu lemah. Dia tidak mau kalau sampai polisi menyelidiki lukanya itu. Semua akan kembali ke kakaknya juga.
” Tapi lukamu ini cukup dalam…… ” Mr.Choi mengingatkan dengan penuh kecemasan.
” Aku bisa menahannya… ”
” Maafkan aku….. ” Yoon menangis sambil mengangkat tubuh Min Wu ke tempat tidur
” Aku baik2 saja kak… ”

Sementara itu Mr.Choi nampak menelpon Naura menggunakan hp Min Wu

” Saya manager Choi, bisakah nona datang kesini. Min Wu sedang membutuhkan pertolonganmu”
” Tapi saya… sekarang saya tidak bisa pak… ” Naura yang saat itu baru sampai di depan restoran tempat pertemuan dengan ayahnya nampak galau. Tinggal beberapa langkah lagi dia akan bertemu orang yg sudah 24 tahun ini menjadi bayang2nya..
” Please nona. ini menyangkut hidup matinya Min Wu. Dia tertembak, tapi dia tidak mau ke RS karena ini melibatkan kakaknya ” ucap manager dengan suara penuh permohonan
Mendengar itu Naura terkejut, dia memandang ke pintu restoran dimana disana ada ayahnya, orang yang mungkin juga sedang menunggunya. Dan di sisi lain ada Min Wu yg sedang menunggu dengan taruhan nyawanya.