Sinopsis The Flash Season 2 (eps 1)

image

Awalnya antara antusias dan nggak sih nyambut The Flash 2 ini. Soale dr. Wells aq kan dah ga ada. Dia mati di The Flash season 1. Tapi karena provokasi ayank, aq tetep nonton juga. Daaaaannnn…  aq bener2 ga nyeseeeelll. Season 2 ini lebih keren, meskipun masih terlalu banyak misterinya.

Diawali dengan pertempuran Barry melawan Captain Cold dan partnernya Mick Rory (Heat Wave). Barry hampir kewalahan menghadapi keduanya sampe dengan datangnya Firestorm yg menghajar kedua penjahat itu. Dan Barry pun segera melucuti senjatanya Captain Cold dengan mudahnya.

Dengan senyuman khasnya Barry masuk ke Star Labs. Disambut hangat Cisco, Caitlin, Iris, Joe West, Ronnie, bahkan Edie juga ada. Lho….???? Koq ada Edie lagi. Bukankah Edie dah mati juga di season 1 ketika dia dengan sengaja menembak dirinya sendiri untuk menolong Barry. Dimana hal itu menyebabkan musnahnya Harrison Wells (Hikssss). Karena Edie adalah moyangnya Eobard Thawne ( penjahat sebenernya yang mengambil identitas Harrison Wells). Eiiittss…. jangan bingung dulu, karena ada kebingungan lain. Tiba2… muncul dr. Wells di kursi rodanya. Dia berdiri dan memberi aplaus atas keberhasilan Barry. ” Tak ada yang tersisa yang bisa aku ajarkan padamu….” dr Wells memuji Barry yang merupakan anak didiknya itu (Yeayyyy…. aq bisa liat dr. WellQ lagih….)

Tapi…. semua itu rupanya hanya bayangan Barry saja. Tak ada seorangpun disana. Hanya Barry sendirian yang alam bawah sadarnya sedang merindukan saat2 dirinya bersama orang2 terdekatnya itu. Dia memandangi sekeliling ruangan Star Lab yg sepi tempatnya berdiri sekarang. Tempat dulu dimana semuanya menjalani suka duka bersama menangani meta humans yang mengacaukan Central City.

Keberhasilan Barry yang menyelamatkan Central City dari Singularity itu membuatnya mendapat sambutan meriah dari semua warga. Bahkan Walikota Central City telah membuat suatu perayaan ” Flash Day” dimana di hari itu Walikota akan menyerahkan sebuah lencana pada Flash sebagai tanda bahwa Central City menyambut baik kehadiran Flash.

Barry yg diberitahu Joe akan hal itu sepertinya tidak tertarik untuk hadir di Flash Day. Dia jadi pemurung. Namun bukan berarti dia ga giat bekerja lagi. Sebagai ahli forensik di kepolisian Central City, Barry langsung sigap ke TKP ketika ada sebuah pembunuhan yang terjadi di pabrik nuklir.

Seorang karyawan pabrik yang bernama Al Rothstein ditemukan terbunuh dengan keadaan seperti habis dicekik. Barry menyelidiki penyebabnya dengan teliti. Namun dia tetap focus sebagai Barry Allen ketimbang sebagai Flash. Ada sesuatu yang membuatnya seakan2 tidak menyukai dirinya menjadi Flash. Saat itu seorang pria nampak memotret Barry.

Atas saran dari ayahnya, di suatu malam di saat Barry sedang membereskan beberapa tempat yg rusak akibat singularity itu. Iris datang menemuinya. Dia berharap Barry bisa datang di acara Flash Day. “Semua warga Central City bangga pada Flash, termasuk aku” ucap Iris. Hmmm Barry meleleh dah kalo udah Iris yg minta. Hehe.

Flashback ketika lubang singularity itu hampir menarik semua komponen central city ke dalamnya. Lubang hitam di angkasa itu yang merupakan efek dari lubang waktu yang diciptakan Barry untuk kembali ke masa lalunya, malam dimana ibunya dibunuh reverse flash. Singularity itu menghisap semua yang ada di central city. Barry yang berusaha menyeimbangkan putaran itu mulai kewalahan. Akhirnya Ronnie dan prof Stein bergabung sebagai firestorm dan mereka bertugas meledakan singularity itu dengan kekuatan mereka. Firestorm melesat ke pusat singularity itu dan mereka bertiga berhasil menghentikannya. Namun firestorm kehilangan kekuatan, dia melesat jatuh. Barry segera melesat menangkapnya dan membawanya mendarat. Namun betapa terkejutnya ketika yang dibawa Barry ternyata cuma Prof Stein. Sementara Ronnie menghilang. Dan rupanya hal itulah yang membuat Barry murung selama ini. Dia merasa bersalah karena tidak bisa menyelamatkan Ronnie. Dia merasa bersalah telah membuat Caitlin kehilangan suaminya untuk kesekian kalinya itu.

Tepat di hari Flash Day. Warga Central City berkumpul untuk menyaksikan sendiri penyerahan lencana itu. Semuanya harap2 cemas nunggu kehadiran pahlawan mereka. Daaann… bayangam merah itu akhirnya muncul. Barry datang ke hadapan walikota. Disambut dengan tepuk tangan meriah semuanya. Disaat Barry akan menerima lencana, tiba2 sebuah balok raksasa melayang ke arah Barry dan.Walikota. dengan kecepatannya Barry menyambar tubuh walikota, menyelamatkannya dari hantaman balok itu. Suasana menjadi kacau. Semuanya berlarian ketakutan. Dan munculah sang pelaku pelempar balok itu

Seorang bertubuh besar dan memakai topeng besi datang. Barry langsung menyerangnya namun dia malah terpental sendiri. Si pengacau itu menantang Barry. Dia sengaja datang untuk menghabisi Sang Pahlawan Central City itu. Next aku sebut si robot aja penjahat ini. Biar lebih akrab ya, xixi

Cisco dan West tak tinggal diam. Mereka membantu Barry dengan menembaki si robot raksasa itu. Namun semuanya tak mempan. Sampai akhornya Barry melepas 2 tabung gas ke arah si penjahat, dan Joe
menembak tabung itu hingga meledak di depan si robot. Serangan itu membuat topeng besi si robot terbuka dan nampaklah wajah Alrothstein dibaliknya. Barry dan Joe sama2 terkejut melihat muka pegawe pabrik yg terbunuh beberapa hari lalu itu. Si robotpun kabur setelah identitasnya ketahuan.

Keesokan harinya Iris membawa sebuah barang bukti yang sepertinya berkaitan dengan pembunuhan Alrothstein. Cisco segera menemui Caitlin yang sekarang bekerja di Mercury Labs. Awalnya Caitlin menolak membantu Cisco untuk menyelidiki barang bukti itu. Karena dia sekarang bukan bagian dari Star Labs lg. Tp dengan gigihnya Cisco minta tolong. Membuat Caitlin mau ga mau melakukan apa yg diminta Cisco itu.

Barry yang sedang melamun di ruangannya tiba2 kedatangan seorang tamu. Greg Turk, pengacara dari mendiang dr. Well. Pengacara itu bilang bahwa dia berkali2 menghubungi Barry di telponnya tp ga pernah nyambung. Sebagai orang yang diwarisi Star Labs oleh Harrison Wells itu Barry diharapkan mengurus semuanya dengan baik. Lebih dri sekedar membersihkannya saja. Selain itu Greg juga menyerahkan sebuah flashdisc yang merupakan amanat pribadi dr. Well kepada Barry. Dr. Well berharap Barry mau melihatnya. Setelah menyampaikan pesan terakhir dr. Well itu sang pengacara pergi, meninggalkan Barry yang nampak was2 dan ga berani melihat isi dari flashdisc yang diberikan dr. Well untuknya itu. Tiba2 Barry melihat tanda di komputernya bahwa ada aktivitas di Star Lab. Diapun segera melesat ke Star Lab yg ga ditempatinya lagi itu. Dan ternyata disana ada Iris, prof Stein juga Cisco dan West. Rupanya mereka sedang mengolah data hasil penyelidikan Caitlin.

Rupanya si Robot yang menyerang Barry di Flash Day itu bukanlah Alrothsten yg sebenarnya. Karena mayat pegawe pabrik itu masih ada di tempatnya. Sementara yg menyerang Barry itu adalah seorang meta human yang doyan akan radiasi dan memiliki perawakan seperti Alrothsten.

Barry tidak antusias dengan semua itu. Dia meminta semuanya meninggalkan Star Lab. Namun semua yg disana tetap bersikukuh akan membantu Barry melawan meta human itu. Tiba2 perangkat Cisco mendeteksi lokasi si robot. Tanpa banyak bicara Barry melesat ke TKP. Namun dia juga melepaskan alat komunikasinya. Dimana hal itu membuat Barry tak akan bisa dipantau perangkat Cisco lg. Barry benar2 ingin sendiri.

Cisco tidak menyerah. Atas saran prof Stein dia berhasil meretas cctv di tkp. Dan terlihat kalau Barry sudah tak berdaya melawan si robot. Posisi Barry sudah dicekik. Kembali prof Stein menyarankan cisco untuk menyalakan alarm di tkp. Hal itu akan merusak focus si robot. Benar saja, ketika alarm berteriak si robot melepaskan Barry. Dan tanpa ditunda lg Barry kabur. Kembali ke Star Lab dalam keadaan lemah.

Joe membawa Barry ke tempat pribadinya. Dia membiarkan Barry nyaman dengan membuat sahabat2nya tidak tahu keadaannya itu. Dan itulah saat2 terpuruknya mental Barry. Dia hampir saja kehilangan nyawanya karena keputusannya yang tidak mau menerima bantuan siapapun. Joe terus membesarkan hati Barry. Bahwa meninggalnya Rinie bukanlah kesalahan Barry. Firestorm membantu Barry menutup singularity itu bukanlah permintaan Barry tapi mereka sendiri yang ingin melakukannya. Edie, Ronie, dan semuanya mencintai Starling City. Jd Barry jangan sia2kan pengorbanan mereka. Barry pun meneteskan air matanya

*******************

Barry menemui Caitlin di Mercury Lab. Kembali Barry minta maaf karena tidak berhasil menolong Ronnie. Caitlin sendiri tidak menyalahkan Barry, dia menyalahkan dirinya sendiri yang menolak ajakan Ronnie untuk keluar dari Star Lab waktu itu. Caitlin merasa berat meninggalkan Star Lab, dr. Well dan Barry. Disana Caitlin merasa bisa menolong orang2. Membantu Barry menangkap meta humans itu membuat Caitlin merasa hidupnya berguna.

Barry mengeluarkan sapu tangan dari sakunya untuk menyeka air mata caitlin. Bersamaan dengan itu flashdisc yang merupakan amanat dari dr. Well itu terjatuh. Caitlin penasaran dan menanyakan itu pada Barry. Barry pun mngatakan itu pesan dari dr. Well untuknya. Namun dia belum berani melihatnya. Caitlin penasaran dan mengajak Barry melihat itu bareng2. Barrypun setuju.

Ternyata itu isinya rekaman dr. Well. Di rekaman itu wells berkata kalau sampai Barry melihat rekaman itu berarti semuanya sudah “beres” dan dia sudah meninggal. 15 tahun yang sia2, ucap Wells. (Ga tahan pngn komen, seneeeeeng liat dr. Wells lagiiiiihhhh. Hahaha). Wells bilang bahwa dia akan memberikan apa yang selama ini Barry inginkan. Yaitu pengakuannya. Wells mulai membuat pernyataannya ” Nama saya Harrison Well, saya dalam keadaan sehat jasmani rohani. Dan saya ingin mengakui bahwa saya telah membunuh Nora Allen pada bla bla bla bla……..”
Barry dan Caitlin sama2 terkesiap menyaksikan itu. Pengakuan yg selama ini Barry perjuangkan. Pengakuan dari pembunuh ibunya. Pengakuan yang akan membebaskan ayahnya dari penjara yang selama ini mengurungnya atas tuduhan telah membunuh istrinya sendiri. Secepatnya Barry menghubungi Joe West akan adanya bukti ini. Dia tak sabar untuk segera membebaskan ayahnya dari penjara.

Joe menyerahkan bukti itu ke pngadilan dan dinyatakan sebagai bukti yang cukup untuk bisa membebaskan Henry Allen, ayahnya Barry. Semua menyambut kabar gembira tersebut. Dan Barry pun mulai semangat lagi untuk menangkap si robot yang doyan radiasi itu.

Dengan alat yang dirancang Cisco, Barry berhasil ” mengundang” si Robot yang rupanya juga senang hati menemui Barry yang memang targetnya itu. Barry lari ke tempat dimana jebakan Cisco untuk si Robot itu disiapkan. Mereka kejar2an. Dan untuk si Robot yang bodynya gedong itu sungguh amazing bisa mengimbangi larinya Barry. Mereka sampai di tempat dimana Cisko sudah menyiapkan sebuah kandang yang akan menyerap semua radiasi dari si Robot. Barry terus memancingnya agar masuk ke kandang itu. Dan begitu si robot sudah masuk Cisco menutup kandang itu. Barry yang semula ada di kurungan dengan cepat keluar sebelum pintu tertutup rapat. Dan mulailah alat Cisco menyiksa si robot, menyerap semua radiasinya dan membuatnya mengecil. Setelah dinyatakan aman Barry diizinkan Cisco untuk masuk dan bertanya siapa yang menyuruh si robot itu membunuh Barry.
” Dia berjanji akan membawaku pulang kalau aku membunuhmu ” ucap si robot di sisa2 nafas terakhirnya
” Siapa dia???” Barry bertanya
” Zoom…..”

****************************************
Barry akhirnya tersenyum bahagia menyambut kebebasan ayahnya yang sudah sekian lama hidup di penjara itu.
Semuanya merayakan kebebasan Henry di kediamannya Joe.
Namun disitu juga Henry pamit pada Barry bahwa dia ingin hidup menyepi. Dan dia berharap Barry melanjutkan misinya sebagai Flash.
Meskipun berat, dan masih kangen tapi Barry menghargai keputusan ayahnya itu.

Selesai mengantar ayahnya ke stasiun. Barry kembali ke Star lab. Joe menyerahkan lencana berbentuk kunci yang waktu itu hampir diserahkan walikota ke Barry tp kepending karena datangnya tuan robot.
” its not bad, its realy cool….” Barrry tersenyum menerima lencana itu dan bersama2 menemui semua teman2nya di ruang operator Star Lab.
Kini mereka sudah resmi menggunakan kembali Star Lab setelah sekian lama kosong karena traumanya Barry itu. Cisco sudah mengupgrade kostum Barry dan juga keamanan Star Lab. Jadi tidak bisa sembarangan orang memasukinya. Namun baru saja selesai bicara begitu seseorang datang dan membuat Joe langsung menodongkan pistolnya ke arah orang asing itu.
” Siapa kamu???!!!” Tanya Barry
” Kau tidak tahu siapa aku, tapi aku tahu siapa kau, Barry Allen”
Hal itu membuat Joe murka
” Sekali lagi kau melangkah, itu akan menjadi.langkah terakhir dalam hidupmu. Dia bertanya, siapa kamu !!!?” Bentak Joe
” Namaku Jay Garrick. Dan duniamu sedang dalam bahaya…….”

Bersambung…episode 2

Siapa dia???
Dia pria yang memotret Barry secara diam2 itu. Kalo diliat2, mukanya cute juga. Sempet berfikir mungkin dia yang akan menggantikan dr. Wells di hatiku. Gkgkgkgk#Lebay#Emak2Rempong

Incoming search terms:

  • sinopsis the flash season 2
  • sinopsis the flash
  • the flash season 2 sinopsis
  • sinopsis film the flash
  • sinopsis flash season 2
  • sinopsis film flash
  • sinopsis the flash lengkap
  • sinopsis the flash s2
  • sinopis flash
  • sinopsis the flash season 2 episode 1

Google Ads

Recommended For You

About the Author: admin

Lina Irawan adalah Seorang Ibu Rumah Tangga, Istri, Produsen Baju Muslim, Hijab dan Cadar Label AleenaHijab.com, Menyukai Masak – Masakan. Film India, dan Drama Korea serta The Flash

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *